Mahasiswa UMM Ikut Serta Membantu Kegiatan Posyandu di Kelurahan Gunung Sekar Sampang

UMM Malang


Sampang - Pemerintah telah menetapkan Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) sebagai bencana non alam berupa wabah atau pandemik, penetapan ini diikuti dengan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona melalui pembatasan sosial antara lain pembatasan kerumunan dari orang, pembatasan perjalanan, pemberlakuan isolasi, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas dan pengaturan pelayanan publik.

Menurut Direktur Jenderal dr. Achmad Yurianto, Kondisi ini sangat turut berpengaruh terhadap jadwal dan tata cara pelayanan imunisasi baik di posyandu, puskesmas maupun di fasilitas kesehatan yang lainnya termasuk swasta. Termasuk sejumlah orang tua juga sangat khawatir untuk memberikan imunisasi bagi anaknya, dan tidak sedikit pula petugas kesehatan ragu-ragu dalam menyelenggarakan pelayanan imunisasi di tengah pandemi Covid-19, bisa jadi disebabkan ketidaktahuan atau karena belum adanya petunjuk teknis yang tersedia.

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya. Dalam imunisasi sendiri terdapat konsep herd immunity atau kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.

Kebalnya sebagian besar sasaran ini secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya, sehingga bila ada satu atau sejumlah kasus Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah. Konsep ini merupakan bukti bahwa program imunisasi sangat efektif juga efisien karena hanya dengan menyasar kelompok rentan maka seluruh masyarakat akan dapat terlindungi.


Dalam masa pandemi Covid-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan sesuai kebijakan pemerintah daerah setempat, berdasarkan analisis situasi epidemiologi penyebaran Covid-19, cakupan imunisasi rutin, dan situasi epidemiologi PD3I.

Pelayanan imunisasi dilaksanakan sesuai prinsip Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan menjaga jarak aman 1 – 2 meter. Dinas kesehatan harus berkoordinasi dan melakukan advokasi kepada pemerintah daerah setempat dalam pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, petugas kesehatan diharapkan dapat memantau status imunisasi setiap sasaran yang ada di wilayah kerjanya.

Maka dari itu untuk mengawali program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 15 PMM – UMM Periode 06 yang dikoordinatori oleh Farah Islahul Amalia beserta 3 anggotanya yaitu Iftitah Rahmawati Syafriningrum, Ahmad Ridho Siddiq dan Hoirul Umam untuk ikut membantu kegiatan posyandu yang ada di Kelurahan Gunung Sekar Sampang.

“Jadi saya dan tim saya yang beranggotakan 4 orang ini diberikan arahan oleh bapak Ach. Wardi selaku Lurah Gunung sekar untuk turun langsung membantu suatu kegiatan posyandu yang diadakan setiap bulannya yaitu di Jalan Selong Permai dan ini sangat membantu kita semua untuk menambah ilmu wawasan pengetahuan dan saling tolong menolong di masa pandemi ini.” Ujar Iftitah selaku anggota dari kelompok 15 PMM UMM Gunung Sekar.

Dalam masa pandemi Covid-19 yang telah menjangkiti sebagian besar negara pun hendaknya tidak menyurutkan semangat tenaga kesehatan untuk tetap melakukan pentingnya imunisasi dan melakukan langkah-langkah penting untuk memastikan setiap anak yang merupakan kelompok rentan terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya dengan imunisasi.

Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka kegiatan imunisasi nasional akan turun, sehingga kekebalan komunitas tidak terbentuk lagi dan pada akhirnya kegiatan imunisasi yang rendah ini bisa menyebabkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti Campak, Rubela, Difteri, Polio dan lainnya. Tentunya ini akan menjadi beban ganda bagi masyarakat dan negara di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Maka dari itu saya dan tim membantu proses pelaksanaan kegiatan posyandu yang diadakan setiap bulannya dengan membantu dan mengikuti arahan dari ibu bidan yang bertugas pada saat kegiatan posyandu berlangsung, saya dan teman saya hanya bisa membantu seperti menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan menyuntik vaksin. Karena salah satu anggota kami juga ada yang dari bidang kesehatan sehingga sangat membantu ibu bidan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu bulanan ini.” Jelasnya.

Kegiatan posyandu ini dilakukan dengan selalu menerapkan dan mengikuti aturan dari pemerintah yaitu menggunakan ruang atau tempat yang cukup besar dengan sirkulasi udara yang baik (dapat juga mendirikan tenda di lapangan terbuka), memastikan ruang atau tempat pelayanan bersih dengan membersihkan sebelum dan sesudah pelayanan dengan cairan disinfektan, harus selalu tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, mengatur meja pelayanan antar petugas agar menjaga jarak aman 1-2 meter. (ifh)

Post a Comment

0 Comments