Tips Memilih Hewan Kurban Yang Benar

Kambing untuk hewan kurban
Kambing
Maduraterkini.comMenjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak umat muslim yang ingin melakukan kurban. Namun sebelum melakukan kurban atau melakukan pembelian hewan kurban, harus mengetahui hewan kurban yang sah dan baik.

Keutamaan dalam berrkurban Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang memiliki kemampuan untuk berkurban, tetapi ia tidak mau berkurban, maka sesekali janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Perintah berkurban telah tercantum dalam Al-Qur’an di Surat Al-Kaustar ayat 2 dan Surat Al-Hajj ayat 34-35. Terjemahan dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 berbunyi “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.

Berikut tips memilih hewan kurban.
1.      Sehat
Pemilihan hewan kurban tentunya harus sehat, adapun ciri-ciri hewan yang sehat yaitu bulunya bersih, lincah, memiliki nafsu makan yang baik dan memiliki suhu tubuh yang normal. Kemudian kita harus melihat dari mata dan gusi hewan kurban yang tidak merah dan pucat. Jadi sebelum membeli hewan kurban harus diperhatikan kesehatan dari hewan kurban tersebut.
2.      Tidak cacat
Selain memilih hewan yang sehat, kita juga harus memilih hewan kurban yang memiliki kecacatan seperti halnya pincang dan buta. Hal itu harus diperhatikan secara baik-baik.
3.      Cukup umur dan berkelamin jantan
Memilih hewan kurban tidak bisa sembarangan, ada batasan umur bagi hewan yang akan dikurbankan.
- Kambing/domba: Berumur lebih dari 1 (satu) tahun ditandai dengan sepasang gigi tetap yang sudah tumbuh.
- Sapi/kerbau: Umur lebih dari 2 (dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Waktu penyembelihan kurban dimulai setelah matahari tombak atau seusai shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah) sampai terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan pembagian daging kurban dibagi menjadi tiga bagian dan tidak mesti harus sama rata. Ketiga bagian itu, yaitu untuk fakir miskin, untuk dihadiahkan, dan  untuk dirinya sendiri dan keluarga secukupnya. Dengan catatan, porsi untuk dihadiahkan dan untuk dikonsumsi sendiri tidak lebih dari sepertiga daging kurban. Meskipun demikian memperbanyak pemberian kepada fakir miskin lebih utama).


Post a Comment

0 Comments