Seorang Ibu Rumah Tangga di Madura Nekat Edarkan Sabu, Berikut Alasannya

Pengedar narkoba
Juhairiyah (45) tersenyum saat diinterogasi Kapolres Sampang AKBP Didit BWS

Sampang - Kepolisian Resort (Polres) Sampang meringkus pengedar sabu asal Dusun Balanan Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang.

Pelaku adalah Juhairiyah (45) yang merupakan ibu rumah tangga, Ia ditangkap Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang, lantaran diketahui terlibat dalam kasus narkoba.

Ibu dengan dua orang anak itu mengedarkan sabu di wilayah tempat tinggalnya yakni di Dusun Balanan Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah. Hal itu disampaikan Kapolres Sampang AKBP Didit BWS, yang mengatakan, jika Juhairiyah diketahui mengedarkan sabu di wilayah tempat tinggalnya, setelah dilakukan penyelidikan oleh Timsus Satresnarkoba Polres Sampang.

Ungkap Didit, pada saat penangkapan pelaku sedang berasa di rumahnya, yang kemudian dilakukan penggeledahan di dalam rumahnya.

“Kami melakukan penobrakan terhadap rumah terkait dan diketahui pelaku sedang bersantai sehingga dilakukan penangkapan,” ujar Didit kepada Wartawan saat press release di Mapolres Sampang, Jumat (10/1/2020).

Saat digeledah, Timsus Satresnarkoba Polres Sampang menemukan 4 buah plastik klip bening yang berisi narkoba golongan 1 jenis sabu. Dengan masing-masing plastik klip memiliki berat, 0,32 gram, 0,27 gram, 0,38 gram, 26 gram, sengkan utuk total keseluruhan 1,06 gram sabu.

“Selain itu kami juga menemukan timbangan elektrik yang disimpan satu tempat dengan sabu tersebut, yakni di dalam lemari, begitupula dengan 20 plastik klip kosong,” ungkapnya.

Didit mengatakan, motif dari pelaku memilih berprofesi sebagai pengedar sabu yaitu untuk membiayai kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Dari setiap paketnya pelaku menjualnya seharga Rp. 100 ribu,” katanya.

Atas perbuatannya, Juhariyah dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 ndang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliar, maksimal 10 miliar,” tutup Didit. (nga/usa)

Post a Comment

0 Comments