Perokok di Sampang Gigit Jari, Harga Rokok di Sejumlah Toko Dinaikan Secara Sepihak

Kenaikan harga rokok
Pembeli saat hendak membeli rokok

Sampang - Kenaikan bea cukai rokok resmi naik. Hal tersebut turut menjadi perbincangan masyarakat pada umumnya terlebih bagi para perokok pada khususnya.

Pro kontra kenaikan bea cukai rokok terjadi di masyarakat. Ada yang menerima kenaikan harga tersebut sehingga dapat menekan angka perokok di Indonesia, namun ada juga yang menolak atas kenaikan tersebut, terlebih bagi perokok. Karena harus merogoh kocek lagi untuk membeli rokok.

Lain halnya bagi kalangan penjual rokok, baik toko tradisional maupun modern. Kabar kenaikan harga rokok tersebut, langsung pula menaikkan harga rokok tanpa menunggu label tanda kenaikan dari Bea cukai.

Hal itu disampaikan, Kasi Bina Usaha Perdagangan Dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang, Adil setelah melakukan penyisiran terhadap sejumlah toko di Sampang.

Ia mengatakan, harga rokok di sejumlah pertokoan di Sampang yang menjual rokok secara ecer saat ini mengalami kenaikan harga, yang mana kenaikan tersebut ditentukan sendiri oleh pemilik toko.

"Memang sudah ada surat keputusan Menteri Keuangan nomor 142 tahun 2019 yang menaikan harga cukai rokok sekitar 23 persen, namun SKnya masih belum turun" ujarnya Adil.

Adil menjelaskan, nantinya dari kenaikan harga rokok tersebut akan ada pemberitahuan secara langsung dari pihak Bea cukai kepada Disperdagprin Sampang.

"Nantinya kenaikan harga rokok ditandakan melalui label yang terletak di bagian bungkus rokok," jelasnya.

"Untuk penyebab toko eceran menaikkan harga rokok secara sepihak karena para penjual mendengan kabar kenaikan tersebut, sehingga mereka ujuk-ujuk menaikkan harga," lanjut Adil kepada Maduraterkini.com, Kamis (9/1/2020) siang.

Adil menambahkan kenaikan nantinya akan berlaku di semua jenis rokok. Sebab, yang mengalami kenaikan adalah cukainya, sehingga semua harga jenis rokok ikut naik.

"Kenaikan rokok nantinya ada pemberitahuan dari kami dan untuk waktu tepatnya kami  masih belum tahu," imbuhnya.

Sementara itu, Iqbal salah satu penikmat rokok yang berhasil kami wawancarai, menyayangkan atas kenaikan harga rokok secara tersebut. Sebab meski sudah ada pemberitahuan mengenai kenaikan, menurutnya harus tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

"Kalau pihak Disperdagprin Sampang mengatakan seperti itu, tentunya para penjual rokok tidak menaikkan harga rokok secara sepihak, harus ada aturan yang harus diikuti. Kalau seperti itu kan, kami yang dirugikan," ucapnya dengan nada kesal. (usa)

Post a Comment

0 Comments