Gelar Forum Diskusi, Aliansi Mahasiswa Sampang Soroti 1 Tahun Kinerja Bupati Sampang

Aliansi Mahasiswa Sampang
Aliansi Mahasiswa Sampang saat melakukan forum diskusi dengan tema refleksi 1 tahun kinerja Bupati Sampang 

Sampang - Aliansi Mahasiswa Sampang menggelar forum diskusi yang bertemakan "Refleksi 1 Tahun Kinerja Bupati Sampang" di salah satu warung kopi tepatnya di Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang, Minggu (26/1/2020).

Forum diskusi tersebut diikuti oleh beberapa Organisasi Mahasiswa Daerah dari beberapa kampus, seperti KBMS Unesa, HIMASA UTM, FORMARA Unair, IMASAJE Jember, FORMAS ITS, dan dari beberapa Mahasiswa Kampus seperti ITATS, UNIPA, UNIRA, dan UBHARA.

Penggerak Aliansi Mahasiswa Sampang, Rizki mengatakan, tema yang diambil dalam diskusi tersebut yaitu mengenai 5 program rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bupati Sampang periode 2019-2024.

Baca juga Gelar Apel Besar Saka Bhayangkara, Ini Pesan Kapolres Sampang

Dalam diskusi tersebut, Aliansi Mahasiswa Sampang membandingkan 5 program RPJMD Bupati Sampang tersebut dengan realitas yang ada dilapangan. Salah satu contoh dalam dunia pengembangan sumber daya manusia (SDM), dimana disimpulkan bahwasannya pengembangan SDM harus dimulai dari dunia pendidikan.

"Akan tetapi fakta dilapangan ada banyak sekali permasalahan baik dari infrastruktur yang tidak layak, tenaga pendidik yang kurang, serta menjadi sangat miris ketika semua hal tersebut diselewengkan oleh pejabat pemerintah yang terjerat kasus Korupsi," ujarnya.

Tak hanya dalam pengembangan SDM, Rizki menjelaskan, Aliansi Mahasiswa Sampang juga mengkritisi terkait pembangunan infrastruktur, yang mana memang dalam 1 tahun terakhir ini pembangunan yang dilakukan Bupati Sampang sudah sangat menonjol seperti halnya dalam tata kelola Kota Sampang.

Menurutnya hal tersebut perlu dipertimbangkan lagi dengan pembangunan di bidang pendidikan. Sehingga pihaknya berharap kepada pemerintah daerah setempat agar menjadi perhatian dalam pembangunan di bidang pendidikan.

"Apakah pembangunan tata kelola Kota Sampang lebih urgent daripada pembangunan dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi perhatian penting Pemda setempat untuk mempertimbangkan faktor urgensi pembangunan di Kabupaten Sampang," jelasnya.

Rizki berharap, hasil diskusi yang dilakukan oleh pihaknya agar menjadi bentuk kritik, masukan dan saran terhadap pemerintah Kabupaten Sampang.

"Harapan dari hasil diskusi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Sampang yaitu berharap agar kajian ini sebagai sebuah bentuk kritik, masukan, serta saran terhadap Pemkab Sampang untuk kedepan bisa melakukan hal-hal yang lebih baik lagi daripada tahun ini," harapnya. (usa)

Adapun  hasil kajian dari Aliansi Mahasiswa Sampang terhadap 1 Tahun Kinerja Bupati Sampang yaitu :
1. Meminta Pemerintah Kabupaten Sampang untuk lebih fokus melakukan pembangunan di dunia pendidikan.
2. Meminta Pemerintah Kabupaten Sampang untuk lebih serius lagi mengawasi transparansi Dana Desa.
3. Menuntut Pemerintah Kabupaten Sampang untuk melakukan program-porgram yang dampaknya bisa dirasakan secara efektif oleh masyarakat banyak.
4. Meminta Pemerintah Kabupaten Sampang agar lebih tegas dalam penegakan hukum untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi lingkungan pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

Post a Comment

2 Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Ada beberapa hal yang menurut saya kurang dalam pembahasan aliansi mahasiswa tersebut. Pertama, terkait permasalahan tentang fenatisme agama. Kedua, ambruknya generasi pemuda sampang yang masih belum tertunjangi oleh dunia pembelajaran yang ada di sampang. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang kurang merata dari daerah perdesaan. Keempat, penanggulangan terhadap akan terjadinya banjir. Kelima, penanggulangan kemacetan air PDAM.
    Salam hangat dari pemuda sampang malang...

    ReplyDelete

Silakan berkomentar sesuai topik.