Batik "Tonduk Majeng" Curi Perhatian Dalam Kegiatan Gelar Santri Karya Nusantara

Ponpes Nazhatut Tullab Camplong
Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah, KH. Imam Aziz (baju putih) saat mengunjungi stand Kopontren Nata  di kegiatan Gelar Santri Karya Nusantara 2020


Sampang - Kegiatan Gelar Santri Karya Nusantara 2020 yang dihelat pada 23-24 Januari di Pondok pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Diikuti Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Nazhatut Thullab (Nata) Prajjan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang

Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sebagai ajang dalam mempromosikan sejumlah produk batik yang diproduksi langsung oleh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nata.

Tak sia-sia mengikuti kegiatan tersebut, pasalnya salah satu produk batik tulis karya santri Ponpes Nata yang bermotif Tonduk Majeng mendapat perhatian khusus dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dan Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah, KH Imam Aziz dengan memborong batik tulis Tonduk Majeng dengan jumlah yang banyak.

KH Imam Aziz berharap produk batik santri Nata mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, agar para santri bisa lebih dalam berkarya dan menghasilkan produk yang bisa mengangkat nama daerah.

"Semoga produk batik adik-adik santri Nata ini bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, agar para santri bisa lebih dalam berkarya dan menghasilkan produk yang bisa mengangkat nama daerah," katanya.

Sementara itu, Koordinator Kopontren Nata Ustadzah Umsiyah, menuturkan batik tulis motif Tonduk Majeng merupakan produk terbaru hasil karya santri Nata. Batik tersebut memiliki beragam corak yang menggambarkan kehidupan nelayan yakni gambar laut, perahu, dan rumah nelayan.

"Batik motif ini menggambarkan aktivitas nelayan yang baru saja datang melaut, dan bersandar di pesisir pantai," ujarnya, Minggu (26/1/2020).

Lanjut Umsiyah, Ia mengatakan, sejak 2010 Kopontren Nata sudah memproduksi batik tulis khas Pulau Madura. Menurutnya, batik tulis produksi Kopontren Nata telah banyak dipasarkan di sejumlah daerah di Jawa timur, khususnya di Madura.

"Artinya secara kualitas batik tulis kami ini bisa bersaing dengan produk batik tulis dari luar daerah," katanya.

Perlu diketahui, kegiatan yang mengangkat tema "Santri Goes Beyond Digital Society" itu dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin. (usa)

Post a Comment

0 Comments