Ungkap Keluarga Pengedar Narkoba Dipenghujung Tahun 2019, Narkoba Menjadi Atensi Polres Sampang

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS
Kapolres Sampang saat press release pengungkapan pengedar narkoba (usa)

Sampang - Dipenghujung tahun 2019, Polres Sampang berhasil menangkap pengedar sabu di wilayah Banyuates. Tepatnya di Dusun Karang Timur, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Penangkapan tersebut dilakukan Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang terhadap Murniyati (43) bersama iparnya Holisin (23) di rumahnya.

Namun, Timsus Satresnarkoba Polres Sampang  tidak berhasil menangkap suami dari Murniyati, karena berhasil melarikan diri. Suami dari Murniyati sendiri merupakan bandar atau pemasok narkoba,yang mana saat ini dalam proses pengejaran Timsus Satresnarkoba Polres Sampang dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan target utamanya adalah suami daripada istri yang diamankan, namun berhasil melarikan diri. Dalam kronologi penangkapannya Timsus Satresnarkoba menggeledah rumah pelaku dan ditemukan narkoba jenis sabu.

"Pada Senin (30/12/2019) sekitar pukul 13.00 anggota Timsus Satresnarkoba melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah pelaku. Lalu dilakukan upaya kepolisian, dan digledah semua sudut rumah dan ditemukan barang jenis sabu yang ada di dalam kaleng, ada yang di kamar dan ada yang didapur," ujar Didit saat press release di Mapolres Sampang, Selasa (31/12/2019) siang.

Lanjut Didit, Ia mengatakan modus daripada pelaku yaitu dengan cara membuka toko kelontong. Yang kemudian cara tersebut dilakukan untuk menutup-nutupi pelaku, seolah-olah tidak menmengedarkan narkoba.

"Pelaku juga mempunyai toko kelontong, dimana kesehariannya dia ibaratnya jual beli di toko kelontong seolah-olah tidak nampak seperti orang mengedarkan narkoba," katanya.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS
Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menunjukkan barang bukti (usa)

Dari penangkapan tersebut, Polres Sampang berhasil mengamankan barang bukti jenis sabu yang terdapat dalam 9 buah plastik klip bening dengan total 101,84 gram, kemudian 135 buah plastik klip kosong, kotak warna hitam, kotak cotton bad, kantong kain, tas besar dan 1 buah timbangan elektrik.

"Tak hanya itu, Polres Sampang juga berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp 4.150.000 dan 2 handphone merk Oppo," ungkap Didit.

Atas perbuatannya, Didit mengatakan bahwa pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Subs pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 undang-undang Narkotika.

"Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar," tutupnya.

Didit mengucapkan terima kasih kepada tim Polres Sampang. Ia mengatakan pihaknya tidak akan lelah, nanrkoba tetap menjadi atensi Polres Sampang, siapapun pelakunya mulai dari peran pengedar, kurir, pemakai ataupu apapun bentuknya.

"Komitmen kami berantas semua narkoba. Saya minta dukungannya masyarakat apabila ada upaya-upaya penegakan hukum, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk lindungi pelaku-pelaku tersebut," tandasnya.

Ia menyebutkan, pengungkapan kasus narkoba pada tahun 2019 mengalami kenaikan 30 perkara dibandingkan tahun 2018. Sedangkan untuk tersangkanya juga mengalami peningkatan 30 tersangka daripada tahun 2018, jumlah tersebut mengikuti jumlah kasus yang ada.

"Sedangkan untuk barang bukti jenis sabu pada tahun 2018 sebanyak 237,75 gram, sedangkan tahun 2019  sebanyak 424,12 gram," tutupnya. (usa)

Post a Comment

1 Comments

Silakan berkomentar sesuai topik.