Makna Dibalik Tanglok Seni Rupa Pertunjukkan

Pertunjukkan karya Syamsul Pranata yang menceritakan kehidupan nelayan (usa)

Sampang - Kemeriahan disuguhkan dalam pembukaan Tanglok seni rupa pertunjukkan yang digelar di Jalan Banyu Asri, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Kamis (26/12/2019) malam.

Dibuka oleh tabuhan musik kesenian asli Madura yakni daol dug dug, kemeriahan pembukaan Tanglok seni rupa pertunjukkan disaksikan ratusan masyarakat yang memadati lokasi pertunjukkan.

Selain itu juga menampilkan karya instalasi yang disisipkan performance yang dipertunjukkan oleh Syamsul Pranata penggagas tentang kehidupan nelayan. Tak hanya itu, dalam Tanglok seni rupa pertunjukkan juga menampilkan lukisan yang bernuansa tentang kehidupan di pesisir.

Syamsul Pranata penggagas acara Tanglok seni rupa pertunjukkan mengatakan, acara tersebut merupakan  kelanjutan dari program dari Cemeti Institut untuk seni dan masyarakat di Yogyakarta.

"Saya mendapatkan kesempatan rekomendasi untuk residensi di Cemeti Institut yang bertajuk rimpang nusantara dan dihadiri oleh 5 seniman di Indonesia salah satunya adalah saya," ucap Syamsul kepada Maduraterkini.com.

Tanglok Seni Rupa Pertunjukkan 

Syamsul menjelaskan, dalam pertemuan di Cemeti Institut tersebut, selanjutnya para seniman diwajibkan untuk mempertunjukkan sejarah atau narasi pinggiran seperti halnya di Mandar, Sulawesi Barat.

"Dari sana saya mengulik kehidupan tentang nelayan," jelasnya
.
Ia menceritakan, riset yang dilakukan di Mandar, Sulawesi Barat yang mengulik kehidupan nelayan mulai dari proses pembuatan kapal, teknologi tradisonal termasuk pengembangannya.

"Setelah sebulan melakukan perjalan riset melalui pola residensi bermukim, balik ke Jogja untuk mempresentasikan dalam bentuk karya," ucap Syamsul.

Syamsul menambahkan, usai presentasi di Yogyakarta masing-masing seniman diminta untuk membuat project sederhana dan diserahkan sepenuhnya kepada seniman mau di konsep seperti apa.

"Akhirnya saya mempunyai gagasan tentang pesisir yang masih bersinggungan dengan yang saya lakukan di Mandar, mencoba mengajak seniman disini untuk mempelajari kembali tentang pesisir di Sampang," imbuhnya.

Sementara itu, Moh Iqbal Fathoni, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi acara Tanglok seni rupa pertunjukkan. Ia mengatakan ada ruang-ruang yang harus diisi, khususnya pemangku yang nantinya bisa berkolaborasi dengan para seniman. Sehingga acara hal serupa terus terselenggara.

"Dengan kesederhanaan kita bisa berkarya. Mari kita bersinergi, kami selaku DPRD Sampang yang bermitra dengan Disporabudpar akan terus mendukung para pemuda dan seniman berkarya untuk Kabuparen Sampang," pungkasnya. 

Perlu diketahui, Tanglok seni rupa pertunjukkan digelar mulai 26 sampai 28 Desember 2019. (usa)

Post a Comment

0 Comments