Travel News:

Sapudi Penghasil Kasur Kapuk

SAPUDIPetik Laut di Desa Talaga, Kecamatan Nonggunong, Sapudi. Read more … »Pulau SapudiPulau Sapudi, Populasi Sapi Terbanyak di Indonesia. Read more … » merupakan pulau penghasil kasur kapuk. Kasur tradisional itu adalah hasil karya warga di beberapa desa di Kecamatan Gayam. Salah satu desa penghasil kasur kapuk adalah Desa Gendang Barat. Hasil kerajinannya itu, kemudian dijual ke beberapa daerah di Sumenep. Sebagian juga dijual ke warga sekitar yang membutuhkan. Salah satu perajin kasur kapuk Khairul Mustofa menjelaskan, sebagian besar warga di Desa Gendang Barat membuat kasur kapuk.



KerajinanBisnis Kreatif Pembuatan Mahar. Read more … » membuat kasur kapuk sudah jadi mata pencaharian secara turun-temurun. ”Di sini warga cari uangBisnis Kreatif Pembuatan Mahar. Read more … » dengan membuat kasur,” jelasnya. Warga tidak kesulitan untuk membuat kasur kapuk. Pasalnya, bahan bakunya tersedia di sepanjang jalan desa, sehingga warga
tidak kesulitan untuk mendapatkan kapuk. Menurut Mustofa, pohon kapuk sengaja ditanam untuk persediaan bahan baku kasur. Satu pohon saja cukup untuk membuat lima kasur.

”Bahan bakunya cukup, hampir semua perajin punya pohon kapuk dan tinggal milih sendiri,” ujarnya. Abdullah, warga sekitar yang juga perajin kasur kapuk, mengaku kualitas kasur asal Sapudi berbeda dengan yang biasa dijual di pasar. Kasur yang dijual di pasaran mudah kempes, sedangkan kasur kapuk buatan warga Sapudi tahan lama. Sebab, saat produksi, warga lebih memprioritaskan kualitas daripada kuantitas.

Jadi, walaupun sudah lama dipakai, kualitasnya masih bagus. ”Biasanya kalau kasur di pasaran sering kempes, tapi kalau di sini tidak,” terangnya. Harga kasur kapuk sangat terjangkau, bergantung kualitasnya. Itu dilihat dari kapuk yang murni tidak terdapat hati dan bijinya. Untuk ukuran standar dengan kualitas bagus sekitar Rp 500 ribu. ”Untuk kualitas yang lebih baik, bisa Rp 1 juta lebih harganya,” pungkasnya. (radar)



kata Kunci Terkait:

  • penghasil kasur kapuk

Komentar

komentar