Kurang Siswa, 17 SDN Ganti SDK

KETAPANG – Sebanyak 17 sekolah dasar negeri (SDN) di Ketapang akan berganti  status menjadi sekolah daerah khusus (SDK) pada tahun ajaran baru. Status SDN  tersebut diubah lantaran jumlah siswanya di bawah angka 120.

Daftar-SDN-yang-Ganti-SDK-di-Kecamatan-Ketapang.

Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah  (PP) Nomor 74 Tahun 2010. Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa jumlah siswa di setiap SDN minimal 20 orang per kelas.  Dengan artian, jumlah total siswa satu SDN  minimal 120.

Nah, bagi SDN yang jumlah siswanya tidak sampai 120 orang, maka harus di-regrouping. SDN yang bisa di-regrouping adalah SDN yang lokasinya berdekatan dengan SDN lain. ”Untuk 17 SDN itu, lokasinya sangat jauh  dan keberadaannya sangat dibutuhkan.

Untuk itu, tidak di-regrouping, hanya ganti  status jadi SDK,” terang koordinator Pengawas UPTD Pendidikan Ketapang Sudrajat kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin (10/12). Sudrajat menjelaskan, saat ini 17 SDN  tersebut masih  dipersiapkan  dan dikaji oleh  Disdik Sampang.

Sebab, banyak SDN berlokasi d i perbukitan  serta jauh dari  pusat keramaian.  Saat ini,  UPTD Pendidikan Ketapang  telah mengajukan permintaan  surat keputusan  (SK) dari Kementerian  Kebudayaan  Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemenbud Dikdasmen) untuk  ditetapkan menjadi SDK.

Kabid Kurikulum dan Penjaminan Mutu  Pendidikan Disdik Sampang Areif Budiansor membenarkan upaya perubahan status 17  SDN di Ketapang. Menurut dia, perubahan  status menjadi SDK l ebih memungkinkan dibanding regrouping.

”Karena kategorinya terpencil dan sangat  dibutuhkan, disdik mengajukan penerbitan SK khusus untuk tidak menutup atau meregrouping,” katanya. Pengajuan SK perubahan status itu syarat-syarat yang mudah. Namun, pengkajiannya  relatif ketat.

Sebab, hanya SDN yang berada di wilayah terpencil yang bisa berubah menjadi SDK. ”SDK bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar sekalipun jumlah siswanya hanya 4 orang per kelas,” pungkasnya. (radar)