Warga Tolak Megaproyek Tambak Udang

SUMENEP – Masyarakat Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, mendengar informasi akan ada pembangunan tambak udang besar-besaran. Tidak mau kecolongan, mereka melakukan konsolidasi menolak pembangunan tambak udang.

Puluhan tokoh masyarakat (tomas) dan aktivis lingkungan Desa Dapenda berkumpul.  Mereka bersepakat menolak rencana pembangunan  tambak udang. Masmuni Mahatma, salah seorang  tomas di Desa Dapenda mengatakan, pembangunan tambak udang secara besarbesaran  akan merusak lingkungan.

Dia khawatir, pohon cemara yang sudah tertanam puluhan tahun akan ditebang.  Selain itu, kecemburuan sosial akan muncul ketika megaproyek itu dijalankan. Masyarakat desa setempat  secara umum akan menjadi  korban pembangunan tambak  udang. Atas dasar itu, tokoh masyarakat sepakat menolak  rencana pembangunan tambak  udang.

Hingga kemarin (13/3) memang belum ada aktivitas  pembangunan tambak.  Pihak investor kemungkinan masih tahap negosiasi dengan masyarakat untuk membeli  lahan di sekitar pantai.  Bahkan, beberapa warga sudah menerima uang muka agar mau menjual tanahnya.

Namun, pasca konsolidasi tomas, warga yang telanjur menerima uang muka berjanji  akan mengembalikan. ”Mereka menerima uang muka karena belum mengetahui dampak buruk pembangunan tambak  udang,” ujar Masmuni. Dia menyebutkan, banyak lokasi di Sumenep yang akan diborong investor untuk pembangunan tambak  udang.

Karena itu, dia berharap Pemkab Sumenep ber t indak tegas sebelum  lingkungan benar-benar rusak  akibat tambak udang. Pria yang juga Ketua PW GP Ansor Bangka Belitung  itu meminta kepada DPRD  Sumenep bertindak tegas.

Dia mendesak wakil rakyat mengeluarkan rekomendasi kepada  pemkab agar melarang pembangunan tambak udang secara besar-besaran. Dalam waktu dekat, imbuh  Masmuni, tokoh masyarakat  akan menghadap DPRD.

Mereka akan menjelaskan secara  rinci dampak negatif dan realitas di lapangan jika tambak  udang benar-benar dilakukan.  Ketua Komisi IV DPRD Sumenep  Moh. Subaidi mengatakan, pihaknya sudah mendengar
informasi mengenai rencana  pembangunan tambak.

Tidak  hanya di Desa Dapenda, tapi daerah lain seperti Desa Lombang  juga diinformasikan akan  dibangun tambak udang. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan pemkab untuk  membicarakan persoalan  tersebut. Apalagi, sudah ada  penolakan rencana pembangunan tambak udang.

Dia menyatakan, jika berdasarkan kajian lingkungan tambak udang tidak layak, DPRD tidak segan mengeluarkan rekomendasi larangan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • sejarah desa dapenda