Warga Terjangkit Leptospirosis Meninggal

Dinkes Akui Kecolongan

SAMPANG – Korban meninggal akibat banjir bandang di Sampang bertambah. Pada hari pertama banjir (27/2), seorang remaja, yakni Rohman, 14, tewas karena terseret arus sungai. Kemarin (8/3) giliran Slamet, 40, yang mengembuskan napas terakhir.

Petugas-kesehatan-di-Sampang-menyemprotkan-obat-untuk-mencegah-penyebaran-penyakit-leptospirosis-kemarin.

Warga Desa Gunung  Maddah, Kota Sampang, itu meninggal lantaran terjangkit penyakit pasca banjir, leptospirosis. Awalnya, hanya ada dua warga yang  mengidap penyakit leptospirosis. Yakni, Slamet dan Sagira, 65, warga Desa Pandiyangan,  Kecamatan Robatal.

Slamet meninggal pukul 13.00 kemarin. Sementara Sagira masih menjalani perawatan di RSUD Sampang. Ternyata, ada lagi warga yang terjangkit leptospirosis. Yaitu, Agus Soleh, 45, warga Jalan Kamboja, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang.

Dia dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Sebab, kondisinya sudah memburuk. Slamet dan Sagira adalah warga dari daerah nonendemis leptospirosis karena tidak terdampak banjir. Sebab itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang mengaku kecolongan ada warga terjangkit leptospirosis. Selama ini, dinkes memantau leptospirosis di daerah terdampak banjir.

”Kami kecolongan karena korbannya bukan dari daerah banjir atau endemis leptospirosis. Kami sudah memantau semua  daerah terdampak banjir.  Tapi, ternyata yang terjangkit leptospirosis dari luar daerah banjir,” kata Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi di ruang kerjanya kemarin.

Dia melanjutkan, untuk pasien  bernama Sagira, kondisinya  mulai membaik. Kemungkinan,  pasien asal Desa Pandiyangan itu secepatnya dipulangkan. ”Kami akan memperluas wilayah kewaspadaan dan memperpanjang sampai tujuh  hari ke depan mengantisipasi  leptospirosis,” janjinya.

Humas RSUD Sampang Yuliono membenarkan pasien  atas nama Slamet meninggal.  Slamet, kata dia, masuk ke  RSUD Sampang dengan kondisi  parah. Pertama, dia dibawa  ke ruang unit gawat darurat (UGD). Setelah itu, pasien dibawa  ke ruang intensive care unit  (ICU).

”Kami sudah melakukan  penanganan secara intensif dan maksimal,” ujarnya.  Sementara itu, Agus Soleh yang dirawat di Surabaya, informasinya  sudah membaik. ”Agus Soleh awalnya dirujuk  ke rumah sakit di Sukolilo. Lalu,  dirujuk lagi ke RSUD dr Sotomo Surabaya,” tukas Yuliono.

Anggoa Komisi IV DPRD Sampang  Maniri meminta pihak  terkait segera melakukan penanganan serius terhadap wabah  leptospirosis. Sebab, penyakit  tersebut mudah menular. ”Kesehatan masyarakat nomor satu. Apalagi, sudah ada yang  meninggal akibat leptospirosis,” ujarnya. (radar)