Wali Murid Tak Terima 13 Guru Sukwan Dipecat

BANGKALAN – Keputusan SDN Karangnangka 3, Kecamatan Blega memecat 13 guru suka relawan (sukwan) berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Ratusan siswa SDN yang dipimpin Amiruddin tersebut tidak mau masuk sekolah.

Pemecatan guru sukwan yang dinilai sepihak juga memancing reaksi wali murid. Kemarin  (11/4) puluhan wali murid melurug kantor UPT Dinas Pendidikan Blega. Para wali murid menuntut 13 guru sukwan ditarik lagi sebagai pengajar di SDN Karangnangka 3. Mereka juga mendesak, Disdik Bangkalan memutasi Amiruddin dari SDN Karangnangka 3.

”Mulai besok (hari ini, Red) Amir tidak boleh masuk lagi ke sekolah. Jika memaksa masuk, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak,” kata koordinator lapangan (korlap) Desnan. Bahkan, wali murid mengancam akan membangun sekolah sendiri jika Amiruddin tetap menjabat kepala SDN Karangnangka 3.

Alasannya, sejak Amir menjabat  kepala sekolah, tidak ada  kemajuan apa pun. Saat disinggung nama-nama guru sukwan yang dipecat, Desnan enggan membeberkan meski ditanya berkali-kali. Dia mengatakan, guru sukwan mayoritas dari desa setempat.  

Guru tersebut sudah belasan tahun mengajar, namun  dipecat oleh Amiruddin yang baru menjabat kepala SDN Karangnangka 3. Kepala UPT Disdik Blega Saiful mengaku siap memenuhi permintaan wali muird. Terutama, permintaan yang melarang Amir masuk lagi ke SDN Karangnangka 3. Untuk  aspirasi lain, Saiful menyatakan  tidak bisa langsung memutuskan.  

”Kami akan segera berkoordinasi dengan Disdik Bangkalan terkait masalah ini,” ujarnya di hadapan puluhan  wali murid.  Saat ditanya soal pemecatan guru sukwan, dia mengaku belum tahu pasti. Sebab, hal itu merupakan penyampaian sepihak dari wali murid.  

Menurut Saiful, pemecatan merupakan kewenangan kepala sekolah. Saiful menyayangkan tindakan wali murid yang mendatangi kantornya. Sebab, proses belajar mengajar sedang berlangsung. Ke depan, dia berharap, hal seperti itu jangan sampai terjadi lagi. ”Kami siap menerima aspirasi demi majunya pendidikan di Bangkalan,” katanya. (radar)