UMK Dinilai Rendah

PAMEKASAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) 2016. Untuk Madura, UMK Pamekasan terendah kedua setelah Sumenep. UMK di Kota Gerbang Salam yakni Rp 1.350.000.

UMK-Dinilai-Rendah

Kendati rendah, UMK Pamekasan 2016 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015 UMK sebesar Rp 1.209.900 dan pada 2014 Rp 1.090.000. Besaran UMK tiap tahun itu sesuai pengajuan pemkab.

Tapi, pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pamekasan menyatakan penetapan UMK merupakan kebijakan dewan  pengupahan di Surabaya.

Pemkab hanya mengusulkan kepada pemprov. Kepala Seksi Pembinaan Hubungan Industrial, Pengupahan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Pamekasan Ali Kusni mengaku belum menerima salinan putusan gubernur tentang penerapan UMK.

”Rancananya besok (hari  ini, Red) ada acara penerimaan  salinan, tapi katanya ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya kemarin (22/11). Ali Kusni mengklaim penetapan UMK di Pamekasan disesuaikan dengan kebutuhan  hidup layak (KHL) pekerja  dalam satu bulan.

Dia menyebutkan,  UMK 2016 lebih tinggi dari KHL.  Sebelum mengajukan UMK,  Pemkab Pamekasan terlebih  dahulu melakukan survei minimal tiga kali di tiga pasar berbeda. ”Yang terlibat survei yaitu Apindo dan Serikat Pekerja  Seluruh Indonesia (SPSI),”  tukas Ali Kusni.

Sementara itu, Ketua SPSI  Pamekasan Achmad Budi Hariyanto  meminta perusahaan  atau pengusaha mengupah  karyawan sesuai UMK yang telah  ditentukan. Sebab, selama ini banyak perusahaan yang  tidak menjalankan kewajiban  membayar karyawan sesuai UMK. ”Jika gaji karyawan tak  sesuai UMK, jelas tidak mencukupi  biaya kebutuhan keluarga,”  ucapnya. (radar)