Tuntut Kasek Mundur, Siswa Mogok Belajar

SAMPANG – Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Robatal tidak mau masuk kelas dan belajar kemarin (20/1). Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kepala sekolah mereka, Rahmawati.

Puluhan-siswa-SMKN-1-Robatal-di-depan-pintu-masuk-sekolah-kemarin.

Mereka menuntut kepala sekolah (Kasek)-nya mundur karena dinilai judes, kasar, dan tidak sopan saat mengajar di kelas. Bahkan, Rahmawati terkadang melontarkan kata bodoh terhadap siswa yang bertanya. ”Sebelum Bu Rahma diganti, kami tidak mau  belajar,” kata salah seorang siswa kemarin.

Ketua Komite SMKN 1 Robatal Moh. Hodai mengaku, sudah berusaha memediasi siswa dengan pihak sekolah, terutama Kasek. Tetapi, siswa tetap tidak mau menerima Rahmawati yang dinilai kasar. Siswa juga sering mengadu ke komite bahwa Kasek membuat kebijakan yang tidak prosiswa.

Salah satunya, tidak merespons  setiap ada pengajuan proposal  kegiatan positif siswa. Contohnya,  kegiatan ekstrakuriler, perlombaan, dan semacamnya. ”Kami sudah melaporkan yang terjadi di bawah ke disdik. Selanjutnya terserah disdik,”  katanya.

Hodai meminta dinas terkait segera menindak lanjuti masalah tersebut. Sebab, jika tidak ada respons, khawatir aksi mogok belajar siswa berlanjut. Salah satu wali murid, Sumarrah mengaku, anaknya sering mendapat perlakuan kasar  dari Rahmawati.

Untuk itu, dia mengaku setuju jika siswa mogok belajar agar Kepala SMKN 1 Robatal diganti.  Dikonfirmasi, Kepala SMKN 1 Robatal Rahmawati membantah tuduhan siswa dan ketua komite yang mengatakan  dirinya kasar. Menurutnya, aksi  mogok belajar hanya dilakukan  segelintir siswa. Mereka adalah  siswa yang tidak terima karena dirinya memarahi temannya yang telat.

”Hanya sedikit siswa yang mogok belajar,” katanya. Rahmawati juga mengaku heran dengan tindakan siswa  tersebut. Apalagi, masalahnya  hanya karena memarahi siswanya yang sering telat dan bolos. ”Tugas saya mendidik, jadi wajar saya memarahi ketika ada tindakan siswa yang  melanggar aturan,” paparnya.

Ditanya masalah siswa yang menuntut dirinya mundur? Rahmawati memastikan tidak ada siswa yang meminta dirinya  mundur. Menurut dia, tuntutan mundur itu hanya isu.  Kabid Kurikulum dan Penjaminan Mutu Pendidikan Disdik  Sampang Arif Budiansor berjanji  akan menindaklanjuti kasus   tersebut ke SMKN 1 Robatal.

Dia mengaku akan mengajak Kabid  Tenaga Kependidikan (Tendik).  ”Nanti kita turun ke bawah (SMKN  1 Robatal, Red),” janjinya. Kapolsek Robatal Ipda Heriyanto mengaku sedang tidak di  lokasi saat aksi mogok belajar terjadi.

Dikonfirmasi perihal aksi siswa itu, Kapolsek yang mengaku tengah rapat di Kecamatan Camplong itu berjanji  akan mendalaminya. ”Saya  masih di Camplong, nanti saya dalami,” singkatnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • smkn robatal