Tuding PDAM Tidak Beres

PAMEKASAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan mengeluh. Sebab, suplai air dari perusahaan tersebut tidak normal. Seperti yang terjadi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan. Suplai air PDAM ke kampus pelat merah itu sudah dua pekan macet.

Akibatnya, mahasiswa dan dosen kesulitan mendapat air bersih. Terutama saat akan menunaikan salat di masjid kampus. ”Sampai saat ini (kemarin, Red) masih tetap,” ungkap Wakil Ketua II STAIN Pamekasan Achmad Muhlis kemarin (14/4).

Selama dua pekan terakhir pihaknya harus membeli untuk memenuhi kebutuhan air. Tidak tanggung-tanggung, setiap hari mendatangkan sembilan tangki. ”Harga per tangki kisaran Rp 90 ribu,” ungkapnya. Pihaknya mengaku telah melaporkan ke PDAM. Namun belum ada penanganan dari perusahaan itu untuk mengatasi persoalan tersebut.

”Belum ada tanggapan dari PDAM. Kalau tidak ada konfirmasi setelah menyampaikan laporan, kan itu tidak beres,” tudingnya. Peraih penghargaan Madura Awards itu berharap petugas PDAM segera mencari tahu penyebab macetnya air. Apalagi selama ini instansinya rutin membayar tagihan setiap bulan hingga jutaan rupiah.

”Seharusnya, pelayanannya juga ditingkatkan,” ucapnya. Sementara itu, Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengklaim telah menginstruksikan bawahannya untuk mengecek. Sehingga, aliran air di STAIN bisa kembali normal.

”Saya baru dengar kalau di STAIN aliran air sudah lama macet. Informasi ini akan segera kami tindak lanjuti. Sore nanti (kemarin, Red) dipastikan sudah normal kembali,” terangnya. Dia menjelaskan, ke depan, aliran air pelanggan di perkotaan dan Kecamatan Tlanakan akan semakin lancar. Itu menyusul rencana pengoperasian water treatment plant (WTP) di Desa Samiran, Kecamatan Proppo.

”Air yang mengalir ke Tlanakan berbau seperti belerang. Aliran itu diambil dari pengeboran sumur di Desa Bukek. Tapi nanti akan difokuskan pada aliran WTP setelah resmi dioperasikan,” jelasnya. (radar)