Headline News:

Tuding Ketua STAIN Korupsi

KMPP Bakar Ban Depan Kampus


TLANAKAN–Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Penindasan ( KMPP) kembali menggelar aksi di depan kampus STAIN, kemarin (10/6). Kali ini mereka menyuarakan dugaan korupsi pengadaan software online AIDA oleh Ketua STAIN Pamekasan Taufi qurrahman. Dalam tuntutannya KMPP meminta transparansi pengelolaan software online AIDA yang menghabiskan dana Rp 100 juta.KMPP juga meminta kejelasan praktikum yang pengelolaannya kurang maksimal.

Padahal, setiap mahasiswa dikenakan biaya Rp 200 ribu untuk praktikum. Selain itu, mereka meminta adanya ketegasan pengelolaan radio yang sempat menjadi tarik ulur antara mahasiswa dan dosen. Tiga tuntutan itu disampaikan KMPP agar segera diselesaikan oleh Ketua STAIN Taufi qurrahman. Aksi kali ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini mereka melakukan aksi di tengah guyuran hujan. Tak peduli hujan, spanduk berisi tuntutan dan ban bekas tetap dibawa ke depan kampus.

Selanjutnya mereka orasi secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi. ”Kita memegang salinan keputusan, jika sistem online AIDA lewat hasil sidang regular senat STAIN yang berbunyi, pemutusan hubungan dengan penyediaan software online AIDA,” ucap Muhri selaku Korlap aksi KMPP. Dikatakan, software online AIDA telah menghabiskan dana Rp 100 juta. Namun, kenyataan di lapangan hasilnya tidak maksimal.

Mahasiwa semakin curiga karena dengan mudah para petinggi STAIN memutus kontrak penyedia software. ”Uang Rp 100 juta terkesan dipermainkan dan kami menduga ada kongkalikong di dalamnya,” teriak Muhri. Haidar, orator KMPP yang lain meminta agar pengelola kampus lebih jelas dan transparan. ”Sekitar setengah miliar uang yang masuk untuk biaya praktikum, namun sampai saat ini mahasiswa belum mendapatkan hak dari praktikum. Jadi ketua STAIN harus bertanggung jawab,” tandasnya.

”Keluar bapak, temui kami, jangan berdiam diri. Kita butuh jawaban yang jujur dan jelas,” ucap Atnayu, salah satu orator KMPP. Tak lama kemudian Ketua STAIN Taufi qurrahman menemui peserta aksi meski keadaan sedang hujan. Ketua STAIN Taufi qurrahman mengakui jika software online AIDA dari pihak rekanan sudah menyelesaikan. Pihaknya tinggal melanjutkan penyempurnaan software tersebut.

”Kita saat ini sudah melakukan penyempurnaan, jadi bukan mengganti sistem dan kita tetap menggunakan sistem software AIDA,” akunya. Terkait praktikum, Taufi qurrahman menerangkan, dirinya  sudah menandatangani pelaksanaan praktikum. ”Saya dengan pihak pemangku kebijakan praktikum, sebagian sudah dilaksanakan dan sebagian lain memang kurang maksimal. Tapi, kita sudah berusaha memaksimalkan,” ungkapnya.

Selanjutnya, terkait radio kampus, diakui jika dua mahasiswa yang dituntut untuk dikeluarkan sudah dilaksanakan. ”Radio tentunya milik mahasiswa, jadi permasalahan dua anggota radio sudah selesai,” pungkas Taufi qurrahman. Meski ketua STAIN sudah memberikan penjelasan, KMPP masih kurang puas. Versi KMPP, jawaban ketua STAIN masih dianggap kurang. Karena itulah, mereka berjanji akan kembali lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • aida stainpamekasan ac id
  • www stainpamekasan ac id
  • aida stain pamekasan
  • atnayu
  • aidastainpamekasan
  • pasca stainpamekasan ac id
  • aida stain pamekasan ac id
  • stain pamekasan berita terkini
  • www stainpamekasan ac id berita terkini
  • Www aida stain pamekasan co id

Komentar Anda

komentar

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com