Trotoar Senilai Rp 4,3 M Rusak

Baru Selesai Dibangun Akhir 2015

BANGKALAN – Proyek fisik trotoar di Jalan KH Moh. Kholil, Kota Bangkalan, sudah rusak. Padahal proyek senilai Rp 4,3 miliar itu baru selesai dibangun akhir 2015 lalu.   Salah satu penyebab pendeknya usia proyek fisik tersebut yaitu ketidaksesuaian nilai anggaran dengan hasil dan kualitas proyek.

Kontraktor lebih  mengedepankan untung daripada  kualitas yang bagus.  Karena itu, BPK Jatim melakukan audit keuangan di Dinas PU Bina Marga  dan Pengairan Bangkalan. Hasilnya,  BPK menemukan sejumlah proyek yang tidak sesuai spesifikasi.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno mengaku, temuan BPK tersebut benar. Sebab, komisi C juga banyak   menemukan proyek yang diduga dikerjakan asal-asalan. ”Jadi temuan dari BPK itu memang  betul. Banyak proyek fisik yang tidak  sesuai kontrak dan besarnya anggaran,” ungkapnya, kemarin (6/4).

Menurut Suyitno, salah satu proyek fisik yang digarap sembarangan adalah trotoar di Jalan KH Moh. Kholil. Akibatnya, proyek tersebut tidak bertahan lama. Selain tidak sesuai RAB, kata Suyitno, pengerjaan drainase banyak dikeluhkan  masyarakat. Sebab, drainase tersebut tidak ditutup. Ada juga pekerjaan fisik yang merusak tiang listrik.

”Kami tidak tahu sejauh mana pengawasan dina PU bina marga dan pengairan terhadap pengerjaan proyek.  Serius apa tidak,” katanya.

Karena itu, politikus asal Kecamatan Sepulu, Bangkalan, ini akan memanggil dinas terkait. Dalam pertemuan itu, komisi C akan mengklarifikasi kerusakan trotoar. Selanjutnya, PU bina marga dan pengairan akan diminta mengawasi proyek fisik dengan serius.

”Baik-buruknya kualitas hasil pekerjaan proyek tergantung pengawasan dinas PU,” tandasnya. Ketika pengawasan lemah seperti  saat ini, kata Suyitno, jangan  harap kualitas proyek akan baik dan tahan lama. Buktinya, trotoar dan drainase ini harusnya tahan lama, malah cepat rusak.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Bangkalan Wahyudiono mengungkapkan, adanya temuan dari BPK di Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan berkaitan dengan pelaksanaan proyek fisik. Menurutnya, jumlah temuan BPK di dinas tersebut Rp 800 juta. Sebagai tindak lanjut temuan itu, penyidik Kejari Bangkalan sudah memanggil sejumlah pejabat Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan.

”Sementara ini, mereka masih sebatas kami mintai keterangan. Belum masuk pada status saksi dan tersangka,” ujarnya. Sayangnya, kejari belum bisa memaparkan hasil pemeriksaan tersebut. Korps Adhyaksa akan terus melakukan pemeriksaan kepada dnias PU bina marga dan pengairan serta SKPD lain yang masuk temuan BPK.

”Ketika saat pemeriksaan ditemukan dua alat bukti, statusnya bisa dinaikkan ke penyidikan,” katanya. Di tahapan selanjutnya, pihaknya akan mengekspos temuan-temuan yang terbukti ada penyimpangan. Menurut dia, untuk mengetahui hal tersebut, perlu dilakukan pendalaman dan pantauan di lapangan.

”Intinya kami tidak akan main-main. Nilai dari temuan BPK ini cukup fantastis,” tandasnya. Sayangnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Taufan Zairinsyah tidak bisa ditemui di kantornya kemarin. Saat didatangi ke ruang kerjanya, petugas yang berjaga di kantor tersebut mengatakan, Taufan sedang berada di luar. Dihubungi berkali-kali  melalui telepon, tidak ada respons. Dihubungi via SMS juga tidak dibalas. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • dp bbm kepala proyek