TNI Bekuk Tiga Pengedar

SUMENEP – Peredaran narkoba di Sumenep marak. Hanya beberapa jam melakukan operasi, Kodim 0827 Sumenep berhasil menangkap tiga pengguna dan pengedar obat-obatan terlarang tersebut. Personel TNI membekuk  tersangka pengguna narkoba di Dusun Palarangan, RT 05 RW 01,  Desa Kambingan Timur, Kecamatan Saronggi,  Sumenep,  Sabtu malam (12/3).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Sebuah  rumah di Dusun Palarangan,  Desa Kambingan Timur, Kecamatan  Saronggi, Sumenep, dicurigai kerap dijadikan tempat  pesta narkoba.  Menindaklanjuti informasi itu,  Sabtu (12/3) pukul 23.00 Pasi Intel Kodim 0827 Kapten Cba M. Yuli  Irawan melakukan pengintaian.

Setelah diketahui benar-benar ada aktivitas penggunaan narkoba jenis sabu-sabu, Irawan melapor ke Komandan  Kodim (Dandim) 0827 Letkol Inf Budi Santosa. Dengan sigap, orang nomor satu di kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Sumenep  itu memerintahkan personelnya  melakukan penangkapan.

Pukul 23.45, Ribut Hariyanto, 45, warga  setempat, ditangkap saat mengisap sabu-sabu.  Dia kemudian dijadikan tersangka dan dibawa ke Koramil 0827/06 Saronggi untuk dimintai keterangan. Pengakuan tersangka,  sabu-sabu yang dikonsumi diperoleh dari Imanda,  32, warga asal Desa Talang,  Kecamatan Saronggi.

Dini hari kemarin (13/3) sekitar pukul 02.00, korps baju loreng menggerebek rumah Imanda. Penangkapan pria yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu itu berlangsung dramatis. Sebab dia sedang istirahat  santai bersama istri dan anaknya yang masih kecil.

Isak  tangis istri Imanda memuncak. Sang anak ikut menangis melihat ayahnya diborgol petugas. Tidak ada kata-kata yang keluar  dari perempuan berambut panjang itu. Hanya tangisan dan air mata mengalir deras. Sesekali  istri Imanda tampak menciumi  kepala buah hatinya itu.

Hariyanto dan Imanda lantas digelandang ke Makodim 0827  di Kota Sumenep menggunakan mobil patroli TNI. Sesampainya  di makodim, mereka  dites urine. ”Hasilnya, mereka berdua positif pengguna narkoba,” kata Irawan. Untuk mengembangkan operasi, prajurit TNI meminta keterangan terhadap dua tersangka.

Pengakuan Imanda,  sabu-sabu yang dia konsumsi  dan diberikan kepada Hariyanto  didapat dari Jauhari, 46, warga Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. Imanda mengaku membeli sabu-sabu itu seharga Rp 650 ribu dengan berat 0,5 gram.

Tidak mau kecolongan, pukul 03.30 sejumlah anggota intel kodim menuju rumah Jauhari.  Tepat pukul 05.00, Jauhari berhasil diamankan. Pengakuan Jauhari, barang  haram itu didapat dari temannya,  yakni Agus, warga asal Kecamatan Tamberu, Pamekasan.

”Akan dilakukan pengambangan  penyelidikan kasus  narkoba ini,” tegas Irawan. Dandim 0827 Letkol Inf Budi Santosa menyatakan, pihaknya akan melanjutkan penyelidikan peredaran narkoba. Sebab berdasarkan pengakuan tiga  tersangka, masih ada bandar  narkoba yang lebih besar.

”Kami ingin Sumenep bersih dari peredaran  narkoba,” tegasnya.  Budi menginstruksikan seluruh  jajaran prajurit untuk mencari informasi mengenai peredaran narkoba. Harapannya,  kabupaten ujung timur Pulau Madura itu betul-betul  bersih dari narkoba.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 kemarin, tiga tersangka dibawa ke Mapolres Sumenep. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin  membenarkan tiga tersangka pengguna dan pengedar narkoba itu sudah diserahkan ke polres. ”Akan kami proses  sebagaimana mestinya,” tandasnya. (radar)