Tewas Terlindas Bus

SAMPANG – Hidup Saprawi, 35, berakhir mengenaskan di pinggir jalan raya kemarin (25/11). Pengendara motor asal Desa Gunung  Kesan, Kecamatan Karang Penang itu tewas terlindas bus AKAS ASRI di jalan raya Desa Taddan,  Kecamatan Camplong, sekitar pukul 06.15.

Kanit-Laka-Lantas-Polres-Sampang-Aiptu-Darus-Salam-bersama-sopir-melihat-bus-yang-melindas-korban-kemarin

Kejadian bermula saat korban melaju dari arah barat di jalan raya Desa Taddan. Setibanya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor  Yamaha Vega nomor polisi (nopol) L 3245 QW  itu berniat mendahului mobil pikap yang ada di depannya.

Saat berusaha mendahului, dari arah yang sama yakni di belakang korban muncul bus AKAS ASRI bernopol N  7064 US. Bus yang disopiri  Tawi, 56, itu juga hendak mendahului pikap. Karena jarak terlalu dekat, sepeda motor korban terkena bodi depan bus sebelah  kiri.

Sepeda motor korban kemudian terpental ke pinggir jalan, sedangkan korban terpental ke tengah jalan. Seketika itu juga, kepala  korban terlindas ban belakang bus sebelah kiri.  Kasatlantas Polres Sampang  AKP Mala Darlius Nanda Ku suma menjelaskan, kendaraan yang terlibat kecelakaan sama-sama dari arah Sampang menuju Pamekasan.

Nah, setiba di lokasi kejadian,  sepeda motor dan bus sama-sama  hendak mendahului pikap di depannya. ”Terjadi senggolan, pengendara sepeda motor  jatuh dan dilindas bus. Korban mengalami luka parah  di kepala,” jelasnya kepada  wartawan kemarin.

Perwira dengan tiga balok di pundaknya ini mengaku  sudah mengamankan dua  kendaraan yang terlibat laka  untuk dijadikan barang-bukti  (BB). Sopir bus juga diamankan untuk pemeriksaan lebih  lanjut. ”Kami juga akan meminta keterangan saksi mata di  lokasi,” katanya.

Atas kejadian itu, Darlius  mengimbau semua pengendara  yang melintas di jalan raya Desa  Taddan untuk selalu waspada.  Selain itu, lengkapi kendaraan dengan spion. ”Kecelakaan terjadi karena  melanggar aturan berlalu  lintas,” tegasnya.

Sementara itu, Tawi mengaku tidak mengira jika ada  pengendara sepeda motor  di depannya saat kejadian. Sopir asal Jalan Gajah Mada,  Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember itu mengaku  kaget saat merasakan ada yang  terlindas ban belakang bus.

”Setelah melindas, saya  tetap melaju untuk meminta perlindungan ke polisi terdekat.  Sebab, dari belakang banyak  warga mengejar saya. Kalau berhenti, saya takut diamuk warga,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • jalan raya gunung kesan
  • kecelakaan di camplong madura
  • kecelakaan di taddan