Tewas Ditabrak Mobil Bupati

Patut Diduga Pakai Pelat Nomor Palsu

SUMENEP – Mobil milik Bupati Sumenep A. Busyro Karim diduga menabrak pejalan kaki Ismail, 70, hingga tewas kemarin (24/9).  Pajero Sport dengan pelat nomor L 1188 G itu menghantam korban di Jalan Raya Gapura, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura.

Korban mengalami luka serius sehingga tewas meski sempat dibawa ke puskesmas. Menurut Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin, mobil Pajero Sport hitam yang merenggut nyawa korban itu milik bupati Sumenep. Saat mengalami  kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sekitar pukul 08.00, mobil tersebut dikemudikan  Turmidzi, ajudan bupati Sumenep.

Apakah bupati ada di mobil saat kejadian? Hasanuddin  tidak mau memberikan jawaban pasti. Dia mengaku tidak melihat langsung kecelakaan. ”Saya  tidak melihat langsung, jadi saya   tidak tahu,” katanya.

Dia juga mengaku tidak tahu apakah Pajero Sport tersebut merupakan  mobil dinas yang ganti pelat nomor karena kemarin merupakan hari libur kerja. Hasanuddin menjelaskan kronologi kecelakaan berdasar  hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu, sekitar pukul 08.00, Pajero Sport hitam melaju dari barat.

Di saat  bersamaan, korban hendak  menyebarang dari utara jalan. Korban pun ditabrak mobil  yang diduga melaju dengan  kecepatan tinggi itu. Diketahui, korban merupakan warga Dusun Tembeng,  Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Menurut Hasanuddin, korban mengalami luka di bagian kepala.  Dia menyangkal luka-luka korban di bagian tubuh lainnya. Padahal, di foto terlihat tangan korban luka hingga diduga patah. Kepolisian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sejak pukul 8.00–11.00.

Pajero Sport hitam tiba di Mapolres Sumenep sekitar pukul 12.00. Tidak ada  kerusakan serius pada mobil tersebut. Hanya kaca spion kiri mobil yang copot. Ditanya tentang mobil itu, Hasanuddin tidak mau memberikan keterangan rinci. Untuk sementara, polisi fokus  meminta keterangan saksi-saki. Apakah pengemudi mobil akan ditahan? Hasanuddin  memilih menghindar.

”Sudah  ya, nanti lagi. Semuanya terbuka, tidak akan ada yang ditutup-tutupi,” janjinya. Kepala Puskesmas Gapura Amar Makruf mengaku tidak  tahu pasti luka apa saja yang dialami korban. Saat tiba di  puskesmas, korban sudah meninggal sehingga dipulangkan ke rumah duka.

”Kata petugas kesehatan sudah meninggal, ya sudah saya tidak tanya,” ucap dia. Sumber di internal Pemkab Sumenep menyampaikan, bupati selama ini menggunakan mobil pribadi Pajero Sport warna putih nomor polisi (nopol)  M 1 BY. Sementara mobil dinas (mobdin) bupati yaitu Fortuner  nopol M 1001 VB.

Sayangnya, data nopol M 1001 VB belum terupdate di website resmi Dipenda Jatim.  Penelusuran Jawa Pos Radar Madura, Pajero Sport hitam yang memakan korban jiwa itu patut diduga memakai pelat nomor palsu. Ditelusuri melalui layanan SMS JATIM 7070,  mobil dengan nopol L 1188 G   bukan tipe Pajero Sport.

Dikroscek di http://www.dipenda-jatim.go.id/page-info-pajak-kendaraan?uptd=dinas, nopol L 1188 G milik Honda CRV putih orchid. (radar)