Terungkap, Inilah Penyebab Kebakaran Swalayan IDIA Mart II Prenduan

SUMENEP – Kebakaran hebat terjadi di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, kemarin (28/8). Swalayan IDIA Mart II ludes dilalap si jago merah. Seluruh isi toko modern yang dikelola Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan.

Namun, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran itu. Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30. Percikan api bermula dari lantai dua. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan sementara, api berasal dari genset yang hidup secara  otomatis saat terjadi pemadaman listrik.

Banyaknya barang  yang mudah terbakar di swalayan tersebut membuat api  cepat membesar. Aif, 26, warga yang rumahnya  bersebelahan dengan IDIA Mart  II mengungkapkan, api kali pertama terlihat di lantai dua sisi  kanan. Di lantai dua itu diketahui memang terdapat satu unit genset. Di dekat genset itu banyak tumpukan kardus.

”Api muncul  dari lantai dua. Waktu itu listrik  padam,” katanya. Waktu itu IDIA Mart II sebenarnya sudah buka. Bahkan,  karyawan terlihat berada di dalam. Kemungkinan besar, para karyawan tidak tahu jika ada api di lantai dua. Mereka baru berlarian keluar dari swalayan  setelah api membesar.

”Semua karyawan berlarian saat api menjalar hingga ke lantai  bawah,” tambahnya.  Sayuti, warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari IDIA Mart II menyampaikan, warga langsung  berduyun-duyun dan berusaha memadamkan api. Namun minimnya peralatan, membuat api sulit dipadamkan.

”Ada yang menggunakan air mineral gelasan. Pokoknya, segala upaya dilakukan untuk memadamkan api,” tuturnya.  Api baru bisa dikendalikan setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi.  Tapi saat mobil damkar tiba, kondisi bangunan IDIA Mart II sudah hangus. Kebakaran nyaris menjalar ke toko sebelah.

”Ada  dua mobil damkar dari Sumenep dan satu mobil damkar dari Pamekasan,” ujarnya. Kapolsek Pragaan AKP Jawali  menyatakan belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Informasi sementara,  pi berawal dari genset. ”Masih dalam penyelidikan. Kerugian juga belum bisa ditaksir. Yang  jelas, seluruh isi toko ludes dilalap api,” katanya singkat.

Ustad Toha, direktur IDIA Mart enggan berkomentar. Dia hanya menyebutkan, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian cukup besar. ”Pokoknya besar. Saat kebakaran kami tidak di tempat kejadian perkara (TKP). Kami  baru datang,” kata dia  lalu bergegas pergi.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, api baru bisa dijinakkan  sekitar pukul 12.00 lebih. Akibat  kebakaran tersebut, arus lalu lintas sempat lumpuh hingga berkilo-kilo. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi kebakaran juga dipadati ratusan warga yang ikut   menyaksikan aksi pasukan pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • akp jawali kapolsek prenduan
  • al amien prenduan
  • desa prenduan
  • profil akp jawali