Tergelincir, 2 Bocah Tewas Terseret Arus

 

Ditemukan Tewas 3 Kilometer dari TKP

SAMPANG – Hujan lebat di wilayah Sampang kembali memakan korban kemarin (28/9). Dua bocah terseret arus anak sungai. Yakni, Rustiyah, 6, dan Sumiyah, 8. Keduanya adalah warga Dusun Duwak Ondung, Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang  Penang, Sampang.

Awalnya, kedua bocah hendak berangkat ke sekolah madrasah sekitar pukul 12.30. Sayangnya, ketika melintas di jembatan tanpa penyangga, mereka tergelincir, lalu jatuh ke anak sungai yang alirannya deras. Maklum, sebelumnya hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Saat kejadian, Jaimin, 35, warga setempat, melihat insiden tersebut. Tanpa pikir panjang, dia   langsung menolong korban. Sayangnya, Jaimin hanya bisa menolong Sumiyah. Sedangkan Rustiyah terbawa arus deras. Setelah dilakukan pencairan oleh aparat dan warga, Rustiyah ditemukan   dalam keadaan tidak bernyawa sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Sampang AKBP  Tofik Sukendar yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Karang Penang Iptu Sukoco membenarkan peristiwa itu. Perwira polisi dengan  pangkat dua balok emas di pundaknya itu menambahkan, saksi mata memberi tahu  kepada warga untuk melakukan pencarian. Mendengar  informasi tersebut, pihaknya dengan sigap melakukan pencarian dengan warga.

”Korban ditemukan sekitar  pukul 15.00 dalam keadaan kepala mengambang. Sedangkan kaki tersangkut semak di aliran anak sungai,” papar Sukoco.  Dia mengakui, proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Sebelum dibawa ke rumah duka, korban dibawa ke  puskesmas setempat untuk   divisum. Setelah itu, korban  baru dibawa pulang ke rumah duka untuk disucikan.

”Insiden ini murni karena musibah. Tidak ada unsur kesengajaan. Saya sendiri yang membawa korban ke rumah duka,” jelas usai dari lokasi. Sukoco menyarankan, orang tua lebih waspada menjaga  anak-anaknya. Apalagi, saat ini  cuaca ekstrem dan intensitas  hujan lebat.

Di tempat terpisah, Zainullah, 25, warga setempat, mengatakan, Rustiyah (korban meninggal) masih kelas 1 dan Sumiyah kelas 2 di madrasah ibtidaiyah (MI). Jarak rumah  korban ke tempat kejadian   perkara (TKP) sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan panjang jembatan tanpa penyangga kurang lebih 2,5 meter.

”Informasinya memang terpeleset, lalu jatuh,” katanya. Sementara dari pihak keluarga belum ada yang bisa berkomentar. Pihak kerabat korban histeris saat korban dibawa ke rumah duka. Orang tua korban, Monif, 45, dan Nur Hasanah, 35, masih berada di Malaysia.

Korban sehari-hari tinggal bersama neneknya. Untuk diketahui, banjir yang menggenangi Kota Bahari sejak Minggu (25/9) juga menelan dua korban jiwa sebelumnya. Siyeh, 50, warga Dusun Penatat, Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, ditemukan tewas tersangkut semak-semak.

Sementara Bela, 5, balita asal Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, tewas setelah terseret arus banjir sejauh 3,5 kilometer. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • carok di karang penang
  • video tragedi carok di gunung kesan karang penang sampang madura
  • Tergelincir 2 Bocah Tewas Terseret Arus | Berita Madura Terkini maduraterkini com
  • sukoco kapolsek karang penang
  • video carok di desa gunung kesan
  • pondok al haramain di madurasampang
  • kasus carok sampang karang penang
  • kapolsek karang penang
  • iptu sukoco
  • foto carok di karang penang