Tanda Tangan Camat Seharga Rp 200 Ribu

SAMPANG – Untuk mendapatkan tanda tangan camat Camplong, para perangkat desa harus mengeluarkan uang. Sekali tanda tangan dibandrol Rp 200 ribu oleh Plt Camat Camplong Ach. Taufik. Pungutan liar (pungli) itu terungkap saat para badan permusyawaratan desa (BPD) di 14 desa mengurus berkas ke Kecamatan Camplong. Padahal,  semua persyaratan pengajuan berkas sudah dilengkapi.

”Jika ditotal lumayan banyak. Soalnya, tiap desa ada 14 BPD, sedangkan di Camplong ada 14 desa yang sedang ngurus berkas,” ungkap salah seorang perangkat  Desa Dharma Camplong, RL, kemarin (21/4). RL, 29, menambahkan, pungutan Rp 200 ribu per orang itu diminta jika BPD persyaratan berkasnya sudah lengkap. Kemudian minta tanda tangan camat.

”Sebelum ditandatangani, kami harus bayar Rp 200 ribu. Katanya, memang mekanisme begitu,” paparnya. Pungli tersebut sudah berlangsung selama sebulan. Alasannya, untuk bayar utang camat sebelumnya sebesar Rp 18 juta.

”Sebenarnya ini sudah menjadi keluhan teman-teman BPD yang lain, tapi mereka tidak berdaya untuk menghentikan tradisi tidak baik ini,” tandasnya. Dikonfirmasi, Plt Camat Camplong Ach. Taufik membantah telah melakukan pungli. Taufik mengaku, yang dilakukan selama ini sebatas minta sumbangan,
bukan keharusan.

”Kami hanya minta bantuan seikhlasnya kepada mereka (perangkat desa, Red),” katanya. Dia menjelaskan, dalam sumbangan tersebut tidak ada unsur paksaan. Termasuk bagi perangkat desa yang sedang mengurus pemberkasan. Taufik mengaku, ada yang menyumbang Rp 500 ribu, ada yang menyumbang Rp 100 ribu, ada juga yang Rp 2 juta per desa.

”Itu sumbangan sukarela,” tandasnya. Tahun ini di Camplong memang ada pembaharuan berkas perangkat desa. Tetapi, pengurusan berkas tersebut tetap melalui prosedur. Disinggung camat sebelumnya yang punya utang sebesar Rp 18 juta? Taufik tidak membenarkan.

”Kami minta ke kepala desa, bukan perangkat desa,” pungkasnya. (radar)