Tahan Tiga Tersangka Raskin

PAMEKASAN – Setelah menahan Kadiono, penyidik Tindak  Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan  menahan tiga tersangka lain,  kasus dugaan tindak pidana korupsi beras untuk keluarga miskin (raskin) Kamis malam (11/2). Tiga tersangka kasus raskin jilid II ini ditahan di Lapas Kelas II-A Pamekasan.

Salah-satu-tersangka-kasus-dugaan-korupsi-raskin-digiring-ke-Lapas-Kelas-II-A-Pamekasan-Kamis-malam.

Tiga penghuni baru lapas Pamekasan itu adalah Kepala dan Wakil Sub Divre XII Madura 2014, Suharyono dan  Prayitno, serta Asisten Muda  Pengawasan Sub Divre XII Madura.  Saat tiba di lapas sekitar  pukul 21.00, ketiga tersangka  menutupi wajahnya.

Kasi Pidsus Kejari Pamekasan  Agita Tri Moertjahjanto menjelaskan, penahanan ketiganya merupakan hasil pengembangan kasus dugaan korupsi raskin jilid I. ”Ketiganya kami tahan dalam tahap penyidikan,” jelasnya kepada sejumlah  awak media.

Penyidik menahan ketiga tersangka, disamping untuk mempercepat pemberkasan, juga demi mengantisipasi agar ketiganya tidak melarikan diri  dan menghilangkan alat bukti.  ”Jadi penahanan ini untuk penyempurnaan berkas. Siapa  tahu ada pengembangan yang  dapat menambah pembuktian,”  ujarnya.

Masa penahanan ketiga tersangka  selama 20 hari. Yakni,  sejak 11 Februari hingga 1  Maret 2016. Jika dalam waktu 20 hari itu berkas penyidikan rampung, Agita mengaku bakal  melimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). ”Tetapi jika penyidikannya  belum beres, kami perpanjang  20 hari lagi masa penahanannya,” jelasnya.

Ketiganya dijerat Pasal 2,  3, dan 9 Undang-Undang  Nomor 31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi, jo Pasal 18  Undang-Undang Nomor 20  Tahun 2001 serta jo Pasal 55 (1) Kitab Undang-Undang Hukum  Pidana (KUHP) dengan  ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan minimal  1 tahun.

”Kerugian negara akibat kasus ini Rp 12 miliar,” pungkas Agita. Sekadar diketahui, kasus korupsi pengadaan beras fiktif  yang menjerat mantan kepala gudang Bulog itu terungkap  setelah Bulog Divre Jawa Timur melakukan audit internal pada desember 2014 lalu. Dari hasil audit itu ditemukan bahwa 1.504.07 ton beras hilang. (radar)