Tahan 2 Tersangka Pokmas Fiktif

Pelimpahan Polda Jatim

SAMPANG – Kejaksaan Negeri (Kejari)  Sampang menahan dua tersangka kasus kelompok masyarakat (pokmas)  fiktif kemarin (2/12). Dua pelaku tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan sapi tahun 2012 itu adalah Nasiri  dan Nasrudin, warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Sampang.

Dua-tersangka-pokmas-fiktif-dibawa-menggunakan-mobil-tahanan-kejari-untuk-dikirim-ke-Rutan-Kelas-II-B-Sampang-kemarin.

Berkas dan dua tersangka kasus  tersebut hasil penyidikan Polda Jawa Timur yang dilimpahkan ke Kejari Sampang. Pelimpahan melalui Kejati Jatim dengan alasan Kejari Sampang merupakan locus delicti. Apalagi,  kedua tersangka merupakan warga  Kota Bahari.

”Keduanya langsung kami tahan  dan kami titipkan ke Rutan Kelas II  B Sampang,” kata Kasi Pidsus Kejari Sampang Wahyu Triantono kepadawartawan kemarin. Wahyu mengaku langsung menahan dua tersangka untuk mempermudah persidangan. Sebab, kasus tersebut  tinggal penyerahan berkas ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

”Kami segera menyerahkannya ke pengadilan  tipikor lalu menunggu jadwal  sidang,” ujarnya.  Diakuinya, dua tersangka sebelumnya tidak ditahan oleh Polda Jatim. Namun pihaknya memutuskan untuk menahan keduanya selama dua  puluh hari untuk mempermudah pelaksanaan persidangan.

Jaksa asal Malang itu menjelaskan, keduanya diduga kuat melakukan tipikor secara  bersama-sama. Nasiri bertindak  sebagai koordinator pokmas dan mengajukan bantuan sapi   ke Dinas Peternakan Provinsi  Jawa Timur pada 2012 lalu.

Nasiri dibantu Nasrudin mengumpulkan kartu tanda penduduk  (KTP) sebagai persyaratan pengajuan bantuan. Bantuan pun turun berupa uang sebesar Rp 40 juta. Dana tersebut dicairkan untuk pengadaan sapi dan diberikan kepada masyarakat  melalui pokmas.

Namun, kuat  dugaan pokmas penerima  adalah fiktif dan bantuan tidak  direalisasikan. Dijelaskan, dalam berkas  perkara Nomor 69/VIII/2015  Ditreskrimsus Polda Jatim, keduanya di duga kuat melakukan tipikor bantuan  sapi pada 2012 lalu.

Nasiri  diduga membuat pokmas fiktif dengan bantuan Nasrudin. Sebelumnya, kasus tersebut ditangani oleh Polda Jatim dan  diteliti oleh jaksa Kejati Jawa  Timur. Setelah berkas lengkap,  langsung dilimpahkan ke Kejari  Sampang.

Jaksa Fungsional Kejati Jawa Timur Bambang Sutoyo enggan menjelaskan pelimpahan kasus tersebut. Diakuinya, pihaknya tidak berwenang berkomentar soal pelimpahan kasus di Sampang tersebut. ”Langsung ke kejari  saja,” katanya.

Terpisah, kuasa hukum kedua tersangka Arman Syaputra  saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan secara rinci. ”Saya masih mempelajari lebih dalam lagi. Saya baru menangani kasusini,” ucapnya.  Sebagai kuasa hukum  pihaknya meminta kedua tersangka tidak ditahan. Sebab,  dia meyakini kerugian negara sangat kecil.

Dana sebesar Rp 40 juta itu sudah dikembalikan oleh Nasiri. Sementara tersangka Nasrudin hanya menerima uang upah sebesar Rp 1 juta.  ”Kerugian negara sangat kecil. Kami sebenarnya berharap  dua tersangka tidak ditahan,” ucapnya. (radar)