Tabrak Truk, Kernet Pikap Tewas

BANGKALAN – Kecelakaan maut akibat sopir terlelap saat mengemudi sudah sering terjadi. Namun, pengalaman itu tidak dijadikan pelajaran berharga oleh para sopir. Buktinya, masih ada saja sopir memaksakan  diri mengemudi saat dalam  kondisi mengantuk.

Tabrak-Truk,-Kernet-Pikap-Tewas

Seperti kecelakaan yang terjadi di jalan raya Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, dini hari kemarin (6/2).  Sebuah pikap Mitsubishi L300 menabrak sebuah truk tronton yang sedang parkir di badan jalan. Lantaran mengantuk, sopir pikap bernopol M 9514 E itu menyeruduk truk bernopol L 8442 LW.

Akibatnya, kernet pikap, Subaidi, 35, warga Desa Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, tewas di lokasi kejadian. Sementara sopirnya, Tonawi, 50, warga Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, mengalami  luka ringan.

”Sopir pikap mengemudi dalam kondisi mengantuk, sehingga tidak sadar jika ada truk berhenti di pinggir jalan dan menabraknya,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Bangkalan  Iptu Puji Purnomo kepada  Jawa Pos Radar Madura.

Puji menjelaskan, kecelakaan  terjadi sekitar pukul  01.30. Saat itu, pikap melaju  dengan kencang dari arah barat ke timur. Sebab, kondisi  jalan raya saat itu sepi.  Setibanya di lokasi kejadian, sopir pikap terlelap sehingga  menabrak truk bermerek Mercedes-Benz, yang parkir di pinggir jalan.

Truk tersebut berhenti tanpa menghidupkan lampu hazard dan tandatanda  lainnya.  Pengemudi truk, Kollon, 56, sengaja memarkir kendaraannya di pinggir jalan untuk istirahat. Bahkan, saat kecelakaan terjadi Kollon sedang tidur pulas. Dia baru  sadar bahwa belakang truknya ditabrak pikap setelah banyak warga datang ke TKP.

Menurut Puji, Kollon juga dinilai lalai karena memarkir kendaraannya di pinggir jalan raya yang sepi dan gelap tanpa memberi tanda parkir atau menghidupkan lampu belakang  kendaraan. ”Sehingga kendaraan lain  tidak bisa melihat dengan  jelas jika ada truk parkir.  Apalagi, pikap saat itu melaju  kencang,” ujarnya.

Ditambahkan, korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Blega untuk diberi perawatan. Sementara truk dan pikap yang terlibat tabrakan diamankan di Tangkel, akses jalur Suramadu. Kerugian materi diperkirakan  mencapai Rp 15 juta.

”Kami imbau kepada  masyarakat agar selalu waspada  dan berhati-hati saat  berkendara. Sebab, laka lantas  di awal tahun sudah lumayan banyak,” pungkasnya. Sementara itu, di hari yang sama, kecelakaan tunggal juga  terjadi di Desa/Kecamatan  Blega.

Sebuah truk bermuatan garam terguling dan jatuh ke  sawah. Roda enam bernopol AG 9886 UV yang dikemudikan Abd. Rahman, 35, warga Desa  Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, itu terguling karena menghindari pikap bermuatan  sayur. (radar)