Suporter-Legislatif Kecam Aremania

BANGKALAN – Laga antara Madura United FC dengan Arema Cronus menyisakan cerita kelam. Oknum suporter tuan rumah menyerang  dan merusak kendaraan suporter asal Madura.  Akibatnya, kaca sejumlah kendaraan pecah dan  beberapa suporter terluka.

Kejadian tersebut dibenarkan kepala rombongan Taretan Dhibik Junaidi. Menurut dia,  tindakan tidak sportif itu membuat suporter  hilang kesabaran. Bahkan, pihaknya berupaya mencari pelaku. ”Kami tadi malam (sesaat setelah kejadian,  Red) berencana melakukan sweeping hingga  pelakunya menyerahkan diri. Namun, akhirnya  kami pulang karena Wakapolres Malang menjamin akan mengganti kerusakan bus,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Taretan Dhibik (suporter yang berbasis di Pamekasan) Bambang Prayitno menyatakan, pihak Aremania harus bertanggung jawab. Petinggi Aremania meminta maaf atas tindakan tidak terpuji itu. ”Taretan Dhibik hanya akan menerima permintaan maaf Aremania jika bersilaturahmi ke markas kami dan mengganti banner Taretan  Estoh yang disobek di tribun,” ujar Bambang.

”Jika mereka tidak melakukannya, berarti permintaan maaf mereka tidak sepenuh hati,” tambahnya. Tokoh pemuda Pamekasan Ismail juga menyayangkan sikap anarkistis yang ditunjukkan Aremania.

”Bukan begitu caranya memperlakukan tamu. Bukan begitu cara menjadi  suporter sepak bola. Perusakan adalah sikap preman,” ujar Ismail.

Anggota DPRD Pamekasan tersebut menjelaskan, perbuatan itu tidak perlu ditiru suporter Madura. ”Untuk suporter Madura United tetap  selalu damai. Semboyan MadRuji (aman, damai, dan terpuji) harus tetap dipegang erat,” tambah Ismail. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • cewek aremania
  • taretan dhibik