Suami Kades Pesta Sabu Bersama Bandar Narkoba

PAMEKASAN – Rumah bandar narkoba di Dusun Gulaan, Desa Mangar, Tlanakan, Pamekasan, digerebek polisi kemarin (26/1). Dari tempat itu, petugas berhasil menciduk tiga orang saat berpesta narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Kasatnarkoba-Polres-Pamekasan-AKP-R-Mulyadi-(kiri)-menunjukkan-barang-bukti-hasil-penggerebekan-kemarin.

Seorang di antara mereka merupakan mantan kepala desa (Kades). Perinciannya, Nur Hasan, 46,  pemilik rumah yang diketahui  sebagai bandar. Kemudian, Asmara, 47, warga Dusun Umbul II, Desa Bandaran, Kecamatan  Tlanakan.

Dia merupakan mantan Kades di desanya. Terakhir, Samsuri, 27, warga Dusun Gulaan, Desa Mangar, Kecamatan  Tlanakan. Pria yang menjabat  kepala urusan (kaur) di Desa  Mangar itu menjadi kurir. Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP R Mulyadi  mengungkapkan, penggerebekan  dilakukan berdasar laporan masyarakat.

Rumah  Nur Hasan sering dijadikan tempat pesta sabu. Atas informasi itu, sekitar pukul 16.11, pihaknya meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Setiba di TKP, rupanya penghuni rumah mengetahui kedatangan petugas.

Polisi langsung melakukan penggerebekan. Beberapa orang lari. ”Tapi, alhamdulillah, kami berhasil menangkap tiga tersangka. Termasuk, bandar dan mantan Kades,” ungkapnya. Dia menceritakan, saat penggerebakan, Nur Hasan  dan pemakai yang lain mencoba  kabur.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi  dengan sararan. Untungnya,  sekitar beberapa meter dari rumah itu, petugas bisa membekuk bandar. Berhubung rumah itu sudah dikuasai, tiga orang itu tidak bisa berkutik. Pihaknya langsung menggeledah seluruh isi rumah.

Dari rumah tersebut, korp baju cokelat mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, enam gram, keris,  dan celurit masing-masing satu, serta delapan pisau. Selain itu, 30 handphone, sebuah timbangan elektrik, dan lima bundel plastik klip.

Selanjutnya, empat buah seperangkat alat isap, dan  satu dompet kulit. Barang bukti lainnya yaitu satu unit mobil Kijang hitam M 1905 C dan satu unit sepeda motor Honda Beat putih M 6234 BD. Uang yang dijadikan barang bukti sebesar  Rp 5,5 juta.

”Jika melihat barang bukti yang ada, kurang lebih sepuluh orang. Sisanya mungkin delapan orang yang kabur,” ucapnya. Beberapa barang tersebut  ditemukan petugas di dalam kamar. Pria asal Sampang itu menyebutkan, pesta SS digelar di belakang rumah.

”Di situ ada biliknya,” jelasnya. Rumah bandar narkoba itu sudah lama menjadi target petugas. Dia mengaku heran  ketika melihat seorang mantan  Kades juga berada di tempat itu.  ”Saat ini Kades Bandaran adalah  istrinya, terpilih beberapa bulan yang lalu,” terangnya.

Ketiga tersangka dijerat pasal 112 dan 115 Undang-Undang tentang Narkotika.  Mereka terancam hukuman minimal lima tahun penjara. ”Ketiga tersangka kami periksa lebih lanjut. Setelah itu akan dilakukan pengembangan  sesuai hasil pemeriksaan,”  tandasnya. (radar)