Siswi Jadi Korban Pelecehan di Jalanan

PAMEKASAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Dusun Tamberru Alet, Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Selasa sore (2/2). Kecelakaan yang melibatkan anak SMA berinisial M (perempuan) dengan dua pemuda Y dan  B itu menimbulkan trauma dan kekhawatiran bagi  masyarakat sekitar.

Sebab kecelakaan diduga dipicu aksi pelecehan di jalanan. M ditemui di rumahnya, kemarin (3/2), mengaku diganggu sejumlah pemuda saat lewat di jalan raya Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.

Ada tiga kendaraan bermotor yang mendekati dan menggoda M. Dia dicolek tiga pemuda yang mengendarai  motor Vega dan Vixion. ”Awalnya mereka bersuit ke saya. Setelah itu membleyer sepeda motor. Lalu memepet dan paha saya dicolek-colek,” katanya.

Tidak terima, siswi kelas IX  itu langsung berhenti. M lalu berani mengejar para pemuda tersebut karena kondisi  jalanan cukup ramai. ”Saya kejar untuk memberikan pelajaran.  Sebab pelecehan itu dilakukan di keramaian,” kata  M sambil menahan nyilu di  lengan kirinya.

Para pemuda memilih kabur saat dikejar M. Tapi sesampainya di jalanan lengang, tepatnya di dekat jembatan  Dusun Tamberru Alet, pemuda yang mengendarai motor Vega langsung menendang M. M membalas dengan meludahi pemuda tersebut. Setelah  itu, baik M maupun si pemuda  kehilangan keseimbangan.

”Saya jatuh ke kanan jalan sedangkan dia (si pemuda) jatuh ke arah kiri,” katanya.  Kecelakaan tersebut sempat ditangani Polsek Batumarmar. Tapi kemudian diserahkan ke Unit Laka Polres Sampang. Belakangan diketahui, pemuda tersebut adalah Y dan B.

M mengaku akan mencari keadilan karena mendapat pelecehan  di jalanan. ”Sekolah saya jauh dari rumah. Bagaimana nasib saya kalau jalanan tidak aman,” keluhnya. Atas dasar itu, M dan keluarga melapor ke Polsek Batumarmar.

Kapolsek Batumarmar AKP Syaiful menyampaikan, kasus dugaan pelecehan jalanan itu ditangani Unit Laka  Polres Pamekasan. ”Korban  masih di bawah umur sehingga ditangani UPPA (unit pelayanan perempuan dan  anak) polres,” katanya.

Ramli, paman M, mengaku kecewa kepada Polsek Batumarmar. Sebab dia sejak Magrib hingga malam berada di polsek untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun petugas tidak memberikan surat keterangan melapor. Alasannya, kasus tersebut ditangani unit laka.

”Bagi saya kecelaaan itu biasa. Tapi aksi pelecehan di jalanan  harus ditangani,” desaknya. Kecelakaan tidak mungkin  terjadi apabila segerombolan  anak muda dengan tiga kendaraan  itu tidak melakukan pelecehan di jalanan.

”Ini  pelecehan yang menimpa anak sekolah,” ucapnya. Sambil menunggu proses di unit laka, pihaknya berjanji akan membawa kasus itu ke ranah hukum. Yakni ke UPPA Polres Pamekasan. ”Karena korban masih sekolah, saya laporkan ke UPPA  polres,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Blaban Sukri mengungkapkan, perlakuan M kepada Y dan B salah sasaran. Kata dia, dua warganya itu tidak bersalah, tapi menjadi sasaran kemarahan M sehingga terjadi saling tendang.

”Yang mencubit M orang yang  naik motor Vixion. Kenapa Y dan B yang dikejar dan ditendang,”  katanya. Akibat kecelakaan tersebut,  Y dan B, kata Sukri, mengalami luka cukup parah. Yakni  keluar darah dari telinga. Keduanya masih dirawat di puskesmas dan rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di  Pamekasan. Sukri mempersilakan agar pelaku pencubitan M yang naik motor Vixion ditangkap polisi. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pelecehan siswi d madura