Serpihan Sampah Antariksa Bertambah

Terjunkan Penyelam, Masih Banyak yang Belum Ditemukan

SUMENEP – Temuan benda asing yang diduga sampah antariksa terus bertambah. Hingga kemarin (27/9), terdapat empat benda yang berhasil dikum­pulkan petugas. Terbaru, benda yang diduga puing bekas roket Falcon 9 itu kembali ditemukan di perairan Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili  Genting, Sumenep.

Benda berbentuk silinder  hitam itu terakhir ditemukan oleh Subali, 43, warga setem­pat, Senin (26/9) sekitar pukul 22.00. Dengan demikian, terdapat tiga benda sama yang di­ duga tabung bahan bakar dari komposit serat karbon itu. Sebelumnya ditemukan di Desa Lombang Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting yang menimpa kandang sapi warga.

Kemudian warga menemukan benda berbentuk tabung di pesisir Desa Lobuk, Kecama­tan Bluto. Sementara di Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting ditemukan lempengan besi mirip radiator. Kapolres Sumenep AKBP H Joseph Ananta Pinora mengungkapkan, hasil investigasi internal, benda asing tersebut jatuh secara bersamaan di kepulauan Gili  Raja dan sekitarnya.

Namun, pihaknya hanya mengidenti­fikasi empat titik berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Titik pertama, warga setempat melihat benda putih keabu­-abuan melayang dan meledak di udara. Itu ditengarai jatuh di tengah laut di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting.

Titik kedua, benda hitam mirip drum aspal itu jatuh di kandang sapi desa setempat. Kemudian di titik ketiga, benda asing itu ditemukan di Desa  Lobuk, Kecamatan Bluto yang ditarik nelayan dari perairan Desa Lombang. ”Di titik keempat, benda  menyerupai radiator atau pendingin itu ditemukan di Desa Bringsang, Kecamatan Gili Genting. Namun, benda  itu sudah hangus terbakar,” kata Pinora saat konferensi pers kemarin (27/9).

Mantan Kasatintelkam Pol­restabes Surabaya itu kembali mendapat informasi jika warga melihat benda yang sama di perairan Gili Genting. Hingga kemarin sore, petugas  Satpolair Sumenep kembali melakukan penyisiran. ”Doa­kan saja, semoga petugas di   lapangan berhasil menemukan benda itu lagi,” ujarnya.

Pinora mengaku, kejadian  ini mencemaskan masyarakat Sumenep, utamanya kepu­lauan Gili Raja dan sekitarnya. Sebab, benda itu mengancam keselamatan jika jatuh menimpa warga. Atas insiden ini, polres akan melaporkan ke satuan pimpinan di atas. Termasuk pihak­  pihak terkait untuk mengetahui komposisi di dalam benda angkasa itu.

”Perkiraan sementara, benda ini merupakan penampungan bahan bakar cair yang biasa digunakan roket. Kami akan cari tahu  siapa pemiliknya. Kan selama ini masih mengira­-ngira,”  jelasnya. Dia menambahkan, untuk benda-­benda yang belum  berhasil ditemukan, pihaknya  akan terus melakukan pencar­ian hingga terungkap semua.

”Berbahaya atau tidak, kami belum bisa pastikan. Tapi, masyarakat patut waspada,”  tandasnya. Terpisah, Kasatpolair Polres Sumenep AKP M. Syaiful  Anam menerangkan, sejumlah pasukan penyelam sudah diterjunkan. Beberapa lokasi yang ditengarai menjadi tempat jatuhnya barang dari angkasa itu sudah dilakukan pencarian dengan dibantu warga  setempat.

Hingga kemarin sore masih nihil temuan. Titik koordinat pencarian di pelabuhan Dusun Cancang, Desa Lombang. ”Namun setelah disisir, belum ditemukan benda yang mencurigakan,” terangnya.  Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali  Munir menyampaikan, benda asing yang jatuh dari angkasa   itu secepatnya harus diungkap. Sebab, di tengah-­tengah masyarakat berbagai speku lasi telah berkembang.

”Tapi, kami sangat mengapresiasi pihak kepolisian yang langsung sigap. Semoga segera diketahui yang sebe­narnya. Beruntung tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, benda asing yang jatuh dari angkasa itu ditemu­kan warga di beberapa lokasi  di Pulau Gili Raja dan Gili Genting sekitar pukul 09.30 Senin (26/9).

Hingga kemarin  belum ada yang memastikan  benda itu berasal dari mana. Namun kuat dugaan, benda berbentuk tabung berdiameter  0,5 meter dan 1,4 meter itu puing bekas roket Falcon 9 milik Amerika Serikat. (radar)