Selang Tertinggal di Dalam Perut Pasien

Habibah Diduga Korban Malapraktik

PAMEKASAN – Habibah, 63, warga Dusun Pancong, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan, diduga menjadi korban malapraktik. Di dalam perut ibu enam anak itu ditemukan selang kecil pasca menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Surabaya.

Setelah operasi beberapa hari lalu, Habibah terus mengalami rasa sakit. Ali Imron, anak Habibah, menjelaskan, sebelas bulan yang lalu Habibah periksa ke Rumah Sakit (RS) Asyifa Husada Pamekasan. Habibah divonis sakit infeksi saluran kemih dan infeksi empedu.

Atas penyakit  yang dideritanya itu, Habibah disarankan segera dioperasi. Karena keterbatasan peralatan medis, pihak RS Asyifa menyarankan operasi di sebuah rumah sakit di Surabaya. Keluarga Habibah sepakat.

Pihak RS Asyifa membawa pasien ke Surabaya untuk dioperasi dengan biaya kurang lebih Rp 28 juta. Setelah operasi, pasien langsung dibawa lagi ke Pamekasan untuk menjalani perawatan post operasi. Beberapa hari dilakukan perawatan dan pengobatan, pasien diperbolehkan pulang.

”Setelah sampai rumah, ibu selalu merasa kesakitan,” kata Ali Imron.  Kepada anak-anaknya, Habibah mengaku selalu merasa nyeri di perut. Keluarga kemudian membawa Habibah kontrol ke RS Asyifa. Awalnya, salah seorang dokter di RS Asyifa menyatakan, nyeri merupakan hal biasa pasca operasi. Namun, karena nyeri tak kunjung sembuh, keluarga Habibah kebingungan.

Keluarga lantas meminta dilakukan pemeriksaan secara ultrasonografi (USG). Melalui pemeriksaan itu diketahui, di dalam perut Habibah ada benda asing yang perlu diambil dengan dilakukan operasi lagi. Operasi kali kedua dilakukan di RS Asyifa untuk mengangkat benda yang belakangan diketahui berupa selang penghubung saluran kantong kemih yang panjangnya kira-kira setengah meter.

”Kami sekeluarga kaget,” ujar Ali Imron. Selang berukuran kecil tersebut lantas dikeluarkan dari perut Habibah. Keluarga Habibah meminta penjelasan tentang keberadaan selang di perut pasien. Dan pihak RS Asyifa, kata Ali Imron, bertanggung jawab mengomunikasikan dengan dokter yang mengoperasi Habibah di Surabaya. Sebab yang tahu dokter yang mengoperasi Habibah adalah pihak RS Asyifa.

”Kalau memang ini malapraktik, kami ingin rumah sakit bertanggung jawab,” tegas dia. Hingga kemarin, Habibah masih terbaring lemas. Pihak keluarga berupaya agar masalah selang tertinggal di perut tersebut tidak diketahui masyarakat luas.

”Kami takut ibu semakin tidak dilayani di rumah sakit jika masalah ini mencuat ke publik,” ucapnya. Marawi, anak tertua Habibah, berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. ”Ini urusan nyawa,” katanya. Dia berdoa semoga ibundanya membaik pascaoperasi.

”Tahun ini ibu akan menunaikan ibadah haji,” tuturnya. Sementara itu, dr Puguh yang menangani Habibah di RS Asyifa Husada Pamekasan belum bisa dimintai penjelasan. Dihubungi melalui telepon, yang bersangkutan tidak merespons. SMS yang dikirimkan juga tidak dibalas. (radar)