Sekolah Tergenang, Siswa Diliburkan

SAMPANG – Hujan lebat pada Senin (25/1) membuat gedung SDN Gunung Maddah 3, Sampang, tergenang. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu  lumpuh total hingga kemarin (26/1). Sebab, pihak sekolah sengaja meliburkan kegiatan siswa.

Warga-berada-di-sekitar-SDN-Gunung-Maddah-3,-Sampang,-yang-tergenang-air,-kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, air masih menggenangi halaman SDN  3 Gunung Maddah. Sementara di sekitar sekolah, tanaman padi tergenang dan sebagian meluap. Akses menuju sekolah di Jalan Syuhada juga tergenang. Jarak sekolah dengan Sungai  Kemuning hanya sekitar  20 meter.

Slamet, 46, warga sekitar, mengatakan, genangan air kian tinggi. Sebab, sungai meluap.  ”Banjir kali ini merupakan banjir pertama kali. Hujannya memang lebat dan juga lama,” kata pria yang membajak sawahnya  di sekitar sekolah itu.

Menurut pria berbadan tinggi itu, siswa meliburkan diri. Jika dipaksakan masuk,  takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. ”Di sini memang menjadi langganan banjir tiap tahun. Lokasinya rendah dan dekat dengan  persawahan,” tuturnya.

Sri Priatin, guru SDN Gunung Maddah 3, mengatakan, pihaknya terpaksa meliburkan siswanya. Sebab, selain akses  menuju ke sekolah tergenang,  wali murid tidak memperbolehkan anaknya masuk. ”Orang  tua siswa khawatir, air semakin tinggi,” ujarnya.

Akibat genangan itu, guru bergotong  royong memindahkan barang-barang inventaris sekolah ke tempat yang lebih aman. Itu dilakukan agar jika air  semakin  tinggi tidak terendam ”Seperti buku, bangku, dan alat elektronik,” terangnya.

Kepala BPBD Sampang Wisnu Hartono mengatakan, curah hujan ke depan semakin tinggi dan rentan banjir. Sebab, banjir terjadi lantaran luapan air kiriman dari daerah utara. ”Kami minta masyarakat selalu waspada. Kami juga standby selama 24 jam bekerja sama dengan instansi terkait,” tuturnya. (radar)