Sekdes Dibacok Teman Akrabnya

SUMENEP – Halki, 32, terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD dr H Moh. Anwar. Sekretaris Desa (Sekdes) Lenteng  Timur, Kecamatan Lenteng, ini  terluka parah setelah dibacok teman akrabnya, Supriadi di  pinggir jalan Desa Lenteng Timur  pada Kamis malam (24/12).

Kasubag-Humas-Polres-Sumenep-AKP-Hasanuddin-melihat-kondisi-Halki-di-RSUD-dr-H-Moh.-Anwar-Sumenep-kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, motif pembacokan adalah pelaku cemburu terhadap korban. Sebab, korban diduga sering mengganggu istri pelaku. ”Dugaan sementara karena cemburu.

Tetapi, kami masih mendalami  lagi motif sebenarnya,” kata Kapolsek  Lenteng AKP Abd. Mukit kepada wartawan kemarin (25/12). Mukit menjelaskan, kasus pembacokan bermula saat korban duduk di depan salon kecantikan.

Korban kala itu menunggu temannya untuk berlibur ke Malang. Tak berselang lama, pelaku melintas sendirian mengendarai sepeda motor. Melihat korban duduk di pinggir jalan raya, pelaku langsung mendatangi  korban.

Saat bertatap muka, terjadi   cekcok mulut beberapa menit.  Supriyadi emosi dan tidak mau   menerima penjelasan korban. Melihat pelaku emosi, Halki   berusaha menghindar dan  lari ke arah timur.  Yadi –panggilan akrab Supriadi–tak tinggal diam.

Dia  mengejar pria yang diduga mengganggu keharmonisan rumah  tangganya itu. Dengan  leluasa Supriadi menusuk dan membacok korban menggunakan pisau hingga berkali-kali. AKP Abd. Mukit membenarkan peristiwa yang menyebabkan   perangkat desa  itu terluka.

”Korban ditolong warga lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” ucap dia. Sementara, pelaku sempat  kabur setelah melukai Halki. Polisi pun bergerak cepat.  Berbagai cara dilakukan agar  pelaku ditemukan untuk proses  hukum.

Diantaranya, meminta tolong perangkat Desa Ellak  Laok untuk memburu pelaku.  Selang beberapa jam kemudian atau sekitar pukul 23.50, pelaku  menyerahkan diri ke Polsek   Lenteng. Polisi menahan pria yang sebelumnya merupakan teman akrab korban.

Petugas juga   melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Koran ini menjenguk korban di  rumah sakit kemarin siang. Namun, yang bersangkutan belum bisa berkomunikasi dengan jelas. Meski berkali-kali menanyakan kondisinya, korban hanya menjawab dengan isyarat dan tidak mengeluarkan kata-kata. Setiap luka setelah dijahit dipasangi perban. (radar)