Satpolair Polres Bangkalan Amankan Tiga Perahu Asal Pasuruan

BANGKALAN – Satpolair Polres Bangkalan mengamankan tiga perahu serta 20 nelayan di perairan Kecamatan Kwanyar, Selasa (29/3) pukul 16.00. Nelayan-nelayan asal Pasuruan tersebut ditengarai melanggar aturan saat  hendak menangkap ikan.

Kabag Ops Polres Bangkalan  Kompol Pratolo Saktiawan mengatakan, tiga perahu nelayan asal Pasuruan itu dilaporkan warga Kwanyar. Setelah itu, petugas Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Bangkalan mendatangi perairan tempat mereka menangkap ikan.

Begitu petugas kamladu tiba di  lokasi, tiga perahu nelayan diketahui menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang. Penggunaan  alat tangkap ikan itu diprotes  nelayan lokal Kwanyar. ”Untuk mencegah terjadinya konflik nelayan, tiga perahu kami  amankan,” papar Pratolo.

Setelah mengamankan perahu  dan nelayan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas  kelautan dan perikanan (DKP). Pihak DKP Jawa Timur (Jatim) turun langsung dan memeriksa  perahu nelayan itu. ”Jarak nelayan dari daratan  saat diamankan lebih kurang 1 mil,” terangnya.

”Begitu dilakukan pemeriksaan oleh DKP Jatim, 20 nelayan tersebut diduga melanggar peraturan jalur penangkapan ikan,” imbuh Pratolo. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian DKP Jatim Nurwahidah mengungkapkan, alat tangkap yang digunakan tiga perahu asal Pasuruan bukan  jenis troll.

”Hasil identifikasi kami, alat tangkapnya bukan troll. Tapi alat tangkap aktif seperti ini tidak boleh digunakan di perairan yang jaraknya 1 mil dari daratan,” paparnya. Sementara perahu yang digunakan adalah jenis payang.

Nurwahidah menyimpulkan, nelayan pasuruan diduga melanggar jalur penangkapan ikan. Para nelayan dianggap mengganggu alat tangkap nelayan Kwanyar yang jenisnya pasif. ”Kami akan memediasi dan mempertemukan tokoh nelayan Pasuruan dan Kwanyar agar tidak ada konflik. Konflik nelayan sering terjadi di Jawa Timur. Kami tidak ingin itu terus berlanjut,” pungkasnya. (radar)