Satpol PP Ubrak-Abrik Warung tanpa Izin

BANGKALAN – Sempat terjadi protes saat petugas membongkar tiga warung di bantaran Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, kemarin (27/4). Tapi petugas gabungan satpol PP, polisi, dan TNI tidak ambil pusing. Mereka tetap membongkar warung yang berdiri di area terlarang itu.

Husen, 43, warga yang membangun warung di bantaran sungai mengaku menerima pembongkaran yang dilakukan petugas. Namun dia meminta, warung yang lain juga dibongkar. ”Warung punya saya tidak mengganggu pelebaran jalan.  Warung yang utara jalan itu yang mengganggu,” katanya.

Warga Kelurahan Tunjung itu mengungkapkan, dia menghabiskan biaya Rp 70 juta untuk membangun warung di bantaran sungai. Warung tersebut dibuat sejak tiga bulan lalu. Husen merasa, warung miliknya tidak mengganggu kepentingan umum.

”Yang mengganggu pertokoan utara jalan itu,” tudingnya lagi. Sahwan, 46, pemilik warung lainnya, mengatakan, hanya ingin dapat keadilan dari petugas. Dia meminta petugas tidak tebang pilih dalam menegakkan peraturan.

”Bangunan yang didirikan di lahan negara harus dibongkar semua. Jangan tebang pilih,” ungkapnya. Menanggapi itu, Kepala Satpol PP Bangkalan Ram Halili menyatakan, pembongkaran dilakukan karena tiga warung di bantaran sungai tidak memiliki izin. Selain itu, lahan tempat warung dibangun diperlukan untuk pelebaran jalan.

”Bangunan ini tidak memiliki izin, makanya kami bongkar,” tegasnya. Petugas, kata dia, tidak hanya membongkar bangunan di bantaran sungai. Bangunan di utara jalan juga akan dibongkar. ”Yang melanggar hukum pasti kami bongkar,” ujarnya.

Sempat terjadi cekcok mulut antara pemilik warung dengan petugas saat pembongkaran kemarin. Tapi setelah diberikan pemahaman, pemilik warung menerima. ”Pembongkaran berjalan lancar meski kami sempat adu argumen dengan pemilik,” pungkas Halili. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • warung dibantaran sungai