Satpol PP Amankan Dua Perempuan

PAMEKASAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan mengamankan dua perempuan di Pasar 17 Agustus, Kelurahan Bugih,  Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin  (26/2). Keduanya diketahui bernama Yatimatussuhro, 27, dan  Indah Kusma Dewi, 27.

Ilustrasi-Satpol-PP

Dua perempuan yang mengaku berasal  dari Desa Trotosari, Kecamatan  Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, itu diciduk lantaran tidak bisa menunjukkan  KTP kepada aparat penegak  perda. Maka dari itu, keduanya diduga pekerja seks komersial (PSK).

Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Pamekasan Yusuf Wibiseno menjelaskan, penangkapan tersebut berawal saat satpol PP melakukan  patroli ke Pasar 17 Agustus. Di pasar itu petugas melihat dua perempuan sedang duduk  di sebuah warung.

Kemudian, satpol PP berusaha menemui dua perempuan itu.  Melihat satpol PP menghampiri, keduanya langsung kabur. Petugas satpol PP pun berusaha mengejarnya, dan berhasil menangkap keduanya. Karena tidak bisa menunjukkan KTP, dua perempuan tersebut akhirnya dibawa ke kantor satpol PP untuk diinterogasi.

Kepada satpol PP keduanya mengaku baru dua bulan tinggal di Kota Gerbang Salam. ”Keduanya mengaku datang ke Pamekasan untuk mencari pekerjaan,” terangnya kepada wartawan kemarin. Setelah dimintai keterangan, keduanya dilepas lagi oleh satpol PP. Dengan catatan, keduanya pulang ke kota asalnya di Bondowoso.   

”Kami juga sudah instruksikan agar kepala Pasar 17 Agustus ikut mengawasi warung yang kerap menyediakan PSK. Agar tidak menodai ikon Pamekasan sebagai Kota Gerbang  Salam,” tambahnya. Yusuf menambahkan, warga luar Madura yang mau tinggal di Pamekasan harus membawa  KTP. Itu sesuai perintah dalam  peraturan daerah (perda).

”Karenanya, mereka saya imbau untuk membawa KTP jika memang akan bekerja di sini,” pungkasnya. Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik meminta masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi para PSK yang ada  di Pamekasan. Pemilik rumah kos juga harus selektif menerima   tamu yang akan menyewa   rumah kosnya.  ”Soalnya, aturan kos-kosan tidak ketat, sehingga dimanfaatkan  PSK,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kasus trotosari
  • kasus desa trotosari
  • Yatimatussuhro