Salin Raskin ke Sak Pupuk

Polisi Berhasil Sita 28 Karung

PAMEKASAN – Sudah banyak Kepala Desa (Kades) masuk penjara gara-gara penyimpangan raskin. Namun, masih ada saja Kades yang berani melakukan penyelewengan. Kemarin (22/4), Buser Satreskrim Polres menggagalkan, upaya penyelewengan raskin di Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo.

Ratusan sak raskin yang sudah disalin ke sak pupuk itu diamankan polisi sebelum dijual ke penadah. Jumlah raskin yang disita aparat sebanyak 28 sak dan 97 sak Bulog kosong. Ratusan sak raskin itu ditemukan di rumah Hasin, kepala dusun (kadus) di desa setempato.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengungkapkan, pengungkapan penyelewengan raskin di Desa Candi Burung berawal dari informasi anggota Bhabinkamtibmas Desa Candi Burung, Zainul Hasan. Bahwa, di desa yang dipimpin Fauzan itu ada penyelewengan raskin.

”Setelah mendapat informasi, anggota satreskrim langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP),” katanya kepada wartawan kemarin. Setiba di TKP, ternyata informasi tersebut benar. Di rumah Hasin, polisi mendapati ratusan sak raskin yang sudah dioplos dan diganti bungkus.

Rata-rata raskin dibungkus dengan sak pupuk dan pakan ternak. Di  lokasi juga ditemukan 97 sak Bulog kosong. Tanpa basa-basi, petugas langsung mengamankan barang tersebut ke Mapolres Pamekasan. Menurut Osa, dari penyelidikan sementara, beras tersebut sengaja diganti bungkus ke sak pu-puk dan sak pakan ternak karena diduga akan diselewengkan.

”Informasinya, Fauzan selaku Kades Candi Burung yang akan menjual raskin itu,” ujar Osa. Makanya, raskin tersebut diganti bungkus agar tidak mudah ketahuan petugas ketika dikirim ke penadah. Setelah diganti bungkus, raskin disimpan ke rumah Hasin. Jika memang seperti itu, kenapa Kadesnya tidak ditangkap?

Osa beralasan, penangkapan terhadap Hasin belum dilakukan karena polisi masih mendalami kasus itu sekaligus menguatkan barang buktinya. Sementara itu, meski barang bukti (BB) berupa beras sudah diamankan, namun dikhawatirkan beras itu dibagikan ke warga miskin setempat. Yang penting, kata Osa, pihaknya sudah berhasil mengamankan BB dan menghindari terjadinya kericuhan di lokasi tersebut.

”Jika nanti memenuhi tindak pidana korupsi, baik kepala desa maupun kadus, pasti kami tetapkan sebagai tersangka,” janjinya. Lebih lanjut Osa menuturkan, jika langsung ditangkap, dikhawatirkan informasi yang diterima polisi mengenai dugaan penyelewengan raskin hanya salah paham. ”Makanya, tunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita tentang proppo candi burung terbaru
  • kades candi burung melaporkan mertuanya
  • kades candi burung melaporkan misnaji