RSUD Waru Jadi Pasar Hewan

PAMEKASAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru, Pamekasan, belum berfungsi maksimal. Halaman rumah sakit yang tidak dilengkapi pagar dimanfaatkan pedagang sapi. Mereka melakukan transaksi di tempat itu kemarin (1/9).

Wiwik harmum, warga Kecamatan Waru, mengatakan, masyarakat enggan berobat atau periksa ke rumah sakit itu. Sebab, peralatan kesehatan rumah sakit belum lengkap. ”Seperti bukan rumah sakit jika melihat halamannya dipenuhi rumput  liar,” katanya.

Bahkan, rumah sakit tersebut belum dilengkapi pagar. Akibatnya, pedagang sapi menempati halaman tersebut untuk melaku­kan transaksi penjualan sapi. ”Disangka tak ditempati, itu karena rumah sakit kumuh,” ujarnya. Sebagai warga Waru dia mem­inta pembangunan rumah sakit itu segera dituntaskan. Setelah  itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dioptimalkan.

”Masyarakat menunggu rumah sakit itu supaya tidak perlu  berobat ke kota,” paparnya.  Anggota Komisi IV DPRD Pa­mekasan Muhsin Salim men­gatakan, halaman RSUD Waru ditempati pedagang sapi karena tak dibangun pagar dan paving. Padahal pagar dan paving sudah  dianggarkan. Namun, pemban­gunan belum selesai.

Dia menjelaskan, pengoperasian masih menunggu perda tarif yang sedang dibahas. Setelah pembahasan selesai, rumah sakit itu segera diresmikan. ”Wajar itu ditempati sapi karena dulu memang ditempati jualan sapi,” terangnya. Anggota Fraksi PPP DPRD Pamekasan Andi Suparto mengaku prihatin.

Menurut dia, pedagang berjualan hewan di  halaman rumah sakit karena Pasar Waru tidak representatif untuk tata niaga hewan. Di sisi lain, RSUD Waru belum memiliki pagar. Karena itu, pedagang  hewan bebas keluar masuk. ”Pemerintah kabupaten harus segera menyikapi. Anggaran  harus fokus di RSUD Waru, seperti pembangunan pagar dan  lain sebagainya,” pintanya.

Direktur RSUD Waru Hendarto mengakui jika ada transaksi sapi di halaman rumah sakit. Pihaknya sudah mengingatkan agar mereka tidak melakukan  di tempat itu lagi. Mengenai pagar dan paving, tidak tercantum dalam master  plan yang ditunjuk oleh dinas  kesehatan (dinkes).

”Pagar depan tidak ada di master plannya,” ungkapnya. Kabag Administrasi Pereko­nomian Setkab Pamekasan Basri Yulianto menyatakan, penataan wilayah Waru memang perlu bertahap. Sebab ke de­pan, Waru akan diproyeksikan sebagai kota kedua di Pamekasan. Karena itu, butuh waktu  dan perencanaan matang.

”Pasar Waru memang be­lum representatif. Makanya  bappeda menyusun master plan pembangunan Pasar  Waru. Saya yakin, ke depan akan lebih baik ketika pem­ bangunan Pasar Waru selesai,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • rsud waru