Puting Beliung Rusak Rumah Warga

BANGKALAN – Angin puting beliung menerjang sejumlah rumah warga di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kamis malam (25/2). Sedikitnya ada  lima rumah milik penduduk yang mengalami rusak parah. Lima rumah yang berantakan tersebut milik Ayyub Khan,  49; Moh. Hafi, 45; Imam, 35; Sony, 30; dan Baidi, 60.

Anggota-oramil-Modung-membersihkan-eruntuhan-atap-rumah-korban-puting-beliung-di-Desa-Patereman,-Kecamatan-Modung,-kemarin

Selain rumah, angin puting beliung  juga merusak dua toko milik Auda Fardiah Akbironi, 32, dan Samsul Efendi, 59, serta musala  umum di pasar.  Rata-rata rumah mengalami  rusak parah di bagian atap. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya kerugian materi ditaksir puluhan juta rupiah.

Kepala Desa (Kades) Patereman Auda Fardiah Akbironi  menjelaskan, angin puting beliung datang secara mendadak saat sebagian besar warga di desanya itu sedang salat Magrib. Angin datang disertai hujan deras. ”Rumah dan toko yang rusak  itu ada di pinggir laut,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin (26/2).

”Untuk kerugian, punya saya saja sekitar Rp 20 juta,” imbuhnya. Ditanya apakah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan sudah datang ke lokasi? Auda mengaku,belum ada satu pun perwakilan Pemkab Bangkalan yang turun  ke lokasi. Padahal, kejadian  bencana itu sudah dilaporkan  ke Kecamatan Modung.

”Hanya anggota koramil yang datang membantu warga membersihkan reruntuhan atap rumahnya,” tambah Auda.  Pejabat Sementara (Pjs)  Danramil Modung Serma Rahmad membenarkan bencana  angin puting beliung yang  merusak rumah warga Desa  Patereman. Setelah mendapat informasi, pihaknya memerintahkan  anggotanya untuk  datang ke lokasi kemarin.

”Taksiran sementara, total kerugian antara Rp 80 juta hingga Rp 100 juta,” katanya. Camat Modung Lanang Bara Muslim tidak mau dikonfirmasi terkait bencana tersebut oleh wartawan. Sementara, Kepala BPBD Bangkalan Wahid Hidayat  juga tidak berhasil dikonfirmasi  oleh wartawan. Ketika  didatangi ke kantornya, yang  bersangkutan tidak ada.

”Bapak (Wahid Hidayat, Red)  ngelayat Mas,” kata salah satu staf BPBD.  Beberapa kali dihubungi  melalui ponselnya juga tidak  ada respons. Pesan singkat yang dikirim wartawan juga  tidak ada jawaban. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pejabat daerahmadura akbironi