Puskesmas Lalai, Pasien Meninggal

Tak Diantar Pakai Ambulans dan Infus Dicopot

SAMPANG – Hasib, 43, warga Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Sampang, diduga keracunan karena mengonsumsi minuman yang hampir kedaluwarsa. Dia lantas dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.  Namun yang terjadi, dia meninggal  saat dirujuk ke rumah sakit.

Awal mula korban keracunan yaitu saat diberi minuman Marimas oleh saudaranya, Sahrawi, 40, Selasa  (20/9). Sebelum dikonsumsi, minuman tersebut dilihat masa kedaluwarsanya. Di kemasan minuman tertera, kedaluwarsa masih dua bulan lagi. Setelah mengonsumsi minuman itu, korban lemas dan mual-mual.

Korban pun dibawa ke Puskesmas Karang Penang untuk mendapatkan pelayanan medis. Sesampainya di puskesmas, korban diperiksa. Namun, tensi darahnya tidak diketahui. Kondisi korban mengkhawatirkan. Karena itu, pada Rabu  (21/9) pihak keluarga meminta surat rujukan. Tujuannya, agar  korban bisa dirawat di Rumah  Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang.

”Yang minta surat rujukan ke RSUD Sampang  itu keluarga kami, bukan dari puskesmas,” kata Sahrawi kemarin (25/9). Setelah surat rujukan diterima  pihak keluarga, ternyata infus di  lengan korban dicabut. Korban  lalu dibawa ke RSUD dengan kendaraan pribadi, bukan ambulans.

Setiba di RSUD, kondisi korban semakin kritis. Pihak keluarga membawa korban ke unit gawat darurat  (UGD). Tapi ditolak karena surat rujukan dari puskesmas di tujukan ke poli dalam. Petugas RSUD komplain dan meminta  nama dokter yang menangani korban selama dirawat di Puskesmas Karang Penang.

”Kata petugas RSUD, harusnya korban diantar dengan ambulans dan infus tidak lepas. Yang mengantarkan korban  juga harusnya dari puskesmas,” ujar Sahrawi. Keluarga minta tolong agar korban ditangani. Benar, beberapa saat kemudian ada penanganan di UGD. Saat itu, tensi darah korban bagus tapi  tubuh melemah.

Dari UGD,  korban disuruh rujuk ke ICU.  Namun, ketika tiba di ICU, ruangan full. ”Saat mau dibawa ke ICU  itulah korban meninggal,” ucapnya. Pihak keluarga, lanjut Sahrawi, ikhlas dengan kepergian korban. Yang disesalkan, pelayanan kepada korban di  Puskesmas Karang Penang  dicurigai ada kelalaian.

Sebab,  korban tidak diantar dengan ambulans ke RSUD. Selain itu, infus dicopot. Kepala Puskesmas Karang Penang Sucipto mengakui  pihaknya menangani pasien  atas nama Hasib yang diduga keracunan. Dia mengaku, pihaknya melakukan observasi  selama sehari semalam terhadap pasien.

”Yang menangani  Dokter Arif,” katanya. Menurut dia, waktu itu kondisi  pasien baik-baik saja dan masih bisa jalan. ”Kami rujuk pasien ke rumah sakit karena ada permintaan dari keluarga,” ucapnya. Disinggung mengenai prosedur rujukan, Sucipto menerangkan, yang benar pasien diantar memakai ambulans ke rumah  sakit. Selain itu, juga ada pendampingan terhadap pasien dari petugas puskesmas.

”Tapi, kata teman-teman (petugas medis di Puskesmas Karang Penang, Red), keluarga pasien mau berangkat sendiri,” tukasnya. Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri prihatin dan menyesalkan pelayanan di  Puskesmas Karang Penang.

”Ini sudah menyepelekan nyawa seseorang. Kami akan lakukan klarifikasi tentang meninggalnya pasien,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pelayanan puskesmas lalai
  • puskesmas karang penang lalai menyebabkan meninggal