PT Garam Tak Kunjung Beli Garam Rakyat

PAMEKASAN – PT Garam kurang serius merealisasikan dana penyertaan modal negara (PMN) untuk menyerap garam  rakyat. Hingga kini, badan usaha milik negara (BUMN) tersebut belum melakukan penyerapan garam rakyat. Muncul tudingan, PT Garam tidak transparan mengelola dana PMN.

Dana PMN sebesar Rp 300 miliar digelontorkan sejak akhir 2015. Sebagian besar dana itu untuk penyerapan garam. Sekitar Rp 60 miliar dipakai untuk membangun pabrik garam di Sampang. Namun  hingga kemarin (22/9) tidak ada sosialisasi penyerapan garam rakyat oleh  PT Garam.

Mahmud, 41, petani garam mengungkapkan, belum ada pembelian garam yang dilakukan PT Garam. Kata dia, sejauh ini hanya perusahaan swasta  yang membeli garam hasil produksi rakyat. Dampaknya,   stok garam rakyat masih banyak.

”Semoga PT Garam segera membeli garam rakyat dengan harga lebih baik dibandingkan perusahaan swasta,” ucapnya. Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Samsuri membenarkan PT Garam belum melakukan penyerapan garam rakyat. ”Yang diserap awal tahun itu merupakan garam  sisa produksi 2015. Jadi itu terhitung penyerapan tahun lalu. Pada 2016 ini belum ada penyerapan sama sekali,” katanya.

Bahkan, PT Garam belum melakukan sosialisasi penyerapan. Akibatnya, kapan penyerapan garam dilakukan tidak jelas.  Patokan harga garam dari PT Garam juga tidak diketahui. Samsuri khawatir, PT Garam menyerap garam tidak sesuai ketentuan.

Sebab, penggunaan dana PMN hingga kini belum jelas. Dia menambahkan, ketidaktransparanan PT Garam bukan hanya soal dana PMN. Dana  operasional satgas juga dirahasiakan. Termasuk dana rehabilitasi gudang garam. ”PT Garam tertutup mengenai penggunaan uang tersebut,” tudingnya.

Menanggapi itu, Direktur Produksi PT Garam Budi Sasongko mengaku, sosialisasi penyerapan dilakukan bertahap. Dia tidak mau menjelaskan harga garam. Menurut dia, garam rakyat  langsung dibeli jika ada yang  dijual. ”Saya akan turun sendiri. Langsung saya beli kalau ada yang sudah siap diserap,” katanya.

Mengenai dana operasional  satgas dan dana pembangunan tambak, pihaknya enggan berkomentar. Dia hanya menyebutkan, PT Garam akan membeli garam rakyat dengan harga lebih tinggi dibanding perusahaan swasta. Budi Sasongko berjanji, sosialisasi  penyerapan garam di Madura segera dilakukan. (radar)