Proyek RKB SMAN 2 Bangkalan Ambruk

BANGKALAN – Pengerjaan ruang kelas baru (RKB) SMAN 2 Bangkalan terancam molor. Sebab, proyek yang dibiayai Kemente­rian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu ambruk Senin malam (19/9). Akibatnya, pelak­sana harus mencancang ulang  kegiatan isik tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Madura, proyek tersebut dikerjakan akhir Juli dan di­  target tuntas pada akhir Novem­ber. Pihak sekolah mendapatkan kucuran dana Rp 900 juta. Uang ratusan juta itu untuk pembangunan lima ruang.

Kepala SMAN 2 Bangkalan Abdus Syakur mengatakan, RKB yang masih proses pembangunan ambruk. Dia beralasan, bambu penyangga untuk menahan besi beton (coran) hanya sedikit. Dengan demikian, tidak kuat menahan besi cor  yang baru dipasang.

Waktu ambruknya ketika memasang coran. Anggaran  untuk membangun RKB pe­merintah pusat. Pihak sekolah bertanggung jawab dan bertindak sebagai pelaksana proyek. ”Bukan rekanan yang menger jakan. Kami sendiri yang menjadi pelaksana pengerjaannya,”  ucapnya kemarin (20/9).

Dia mengatakan, pembangunan ruang itu hanya satu lantai alias tidak bertingkat. Setelah dinding selasai, langsung menggunakan genting. Namun, pihaknya mengubah rencana itu dengan menggunakan cor di bagian atap. Nantinya, di atas bangunan itu diagendakan untuk pembangunan lantai dua.

”Memang tidak tingkat. Tapi, saya coba  untuk mengecor di atasnya biar sama-­sama tingkat dengan gedung yang lain,” ucapnya. Menurut dia, proyek tersebut ambruk lantaran tukang kurang perhitungan saat memasang penyangga bambu. Karena itu,  pihaknya memberhentikan semua tukang dan menggantikan  dengan tenaga baru.

”Langsung  kami ganti tukangnya,” ucapnya. Syakur menambahkan, pihaknya bersedia mengganti  semua kerugian pembangu­nan RKB. Dia juga berjanji menyelesaikan pembangunan  gedung tersebut. ”Kami minta perpanjang waktu pengerjaan ke pusat,” pintanya.

Kepala Disdik Bangkalan Muhni mengaku sudah mendapat laporan. Dia bersyukur karena tidak memakan kor ban. Dia menyarankan sekolah  mengganti semua kerugian. ”Setelah kami konimasi, kepala sekolahnya siap bertanggung jawab,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Bang­kalan Abdul Rahman menilai, pihak sekolah salah memilih tukang. Dengan demikian, terjadi  salah penghitungan penyangga coran. ”Seharusnya memilih  tukang berpengalaman. Jangan  hanya cari tukang yang paling murah,” kritiknya.

Abdul Rahman mengungkapkan, sebagai pelaksana penger­jaan pembangunan, sekolah  harus bertanggung jawab. Penggantinya harus sesuai  dengan anggaran awal. ”Jangan  sampai kelanjutan pemban­gunannya tambah asal­asalan karena harus mengganti keru­gian,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pembangunan rkb sman 2 bangkalan
  • ambruk sman 2 bangkalan
  • kurugian bangunan di sma 2 bangkalan
  • kondisi pembangunan rkb sman 2 bangkalan
  • gedung sma 2 bangkalan roboh
  • foto sma 2 bangkalan ambles
  • foto proyek sma2 ambles
  • berita tentang sman 2 bangkalan madura
  • berita ambruk sma2 bangkalan
  • bangunan sma 2 bangkalan ambruk