Provinsi Aceh Berkunjung ke Gerbang Salam

Belajar Tata Niaga dan Pengelolaan DBHCHT

KOTA – Kabupaten Pamekasan dinilai sukses dalam mengelola dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sehingga menjadi rujukan daerah lain.  Salah satunya Provinsi Aceh. Jumat  (2/9), sejumlah dinas terkait datang ke Pamekasan untuk belajar tata niaga dan  pengelolaan DBHCHT.

Pamekasan merupakan salah satu daerah penghasil cukai tinggi di Jawa Timur. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Aceh melakukan jajak pendapat soal pengelolaan tata niaga tembakau dan  DBHCHT. Rombongan diikuti langsung   Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Aceh Jailani A. Bakar.

Termasuk  juga sejumlah pejabat perkebunan dari 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Aceh. Mereka ditemui langsung Bupati Pamekasan Achmad Syaii dan Wakil Bupati Moh. Khalil Asy’ari. Pertemuan juga  dihadiri sejumlah pejabat dinas teknis,  seperti Kepala BPKA Tauikurrahman,  Kepala Dishutbun Ajib Abdullah, dan  sejumlah pejabat setingkat kepala dinas setempat.

Selain itu, juga dihadiri  sejumlah aktivis pertanian dari Komisi  Urusan Tembakau Pamekasan (KUTP),  gapoktan, dan KTNA setempat. Kedua pihak menyampaikan potensi  daerahnya masing-masing. Terutama  yang menjadi pembahasan soal tata niaga tembakau.

Termasuk realisasi dan pengelolaan DBHCHT. Sebab, Provinsi Aceh  merupakan daerah yang baru mengembangkan budi daya tembakau.  Kepala Disbun Provinsi Aceh Jailani A.  Bakar mengatakan, kunjungan ke Jawa Timur untuk berbagi pengalaman soal tata  niaga tembakau. Termasuk pengelolaan  DBHCHT untuk pengembangan daerah.

”Jika dibandingkan Jawa Timur, kami masih jauh di bawah. Makanya kami berkunjung ke Pamekasan untuk berbagi  pengalaman. Sebab Pamekasan merupa kan  daerah penghasil tembakau yang cukup tinggi di Madura,” katanya kemarin (4/9).

Dikatakan, dari hasil pertemuan itu terdapat beberapa kesimpulan. Mulai dari teknis  pemasaran tembakau, tata niaga hingga  pengelolaan DBHCHT. Pihaknya akan memadukan dengan konsep yang sudah ada di  Provinsi Aceh. Sebab diakui, meski Provinsi Aceh menerima DBHCHT, namun minim  pengalaman soal pengembangan tembakau.

Kabag Perekonomian Pamekasan Basri Yulianto menyambut baik kedatangan pe-  jabat Provinsi Aceh. Pihaknya menilai, kendala yang dialami sejumlah Kabupaten/Kota Provinsi Aceh dengan di Pamekasan  tidak jauh beda. Namun, Pamekasan lebih  lama mengurusi tata niaga tembakau sehingga realisasi DBHCHT pun lebih baik.

”Alhamdulillah, Pamekasan dipilih sebagai salah satu kabupaten yang di kunjungi Provinsi Aceh. Kami bertukar pengalaman yang bisa menghasilkan pengetahuan baru,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kabag perekonomian pamekasan