Program Kube 2016 Tak Jelas

BANGKALAN – Pelaksanaan program Kelompok Usaha Bersama (Kube) 2016 di Bangkalan belum jelas. Dinas sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi (dinsosnakertrans) belum  berani memastikan kelanjutan program tersebut.

Hingga saat ini,  di instansi  itu belum ada pemberitahuan terbaru dari pemerintah pusat. Demikian diungkapkan Kabid Sosial Dinsosnakertrans Bangkalan  Ahmad Riyadi kemarin (22/3). Dia mengatakan, pada 2015, kabupaten  paling barat di Madura itu mendapat anggaran tersebut dari pemerintah  pusat. ”Rincian penerima saya lupa,” katanya.

Dia menjelaskan, dana program Kube langsung ditransfer ke rekening kelompok masing-masing penerima. Tiap kelompok memperoleh jatah Rp 20 juta. ”Sudah dicairkan. Itu menggunakan anggaran pusat,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD  Bangkalan Mukaffi Anwar membenarkan  dana Kube 2015 sudah dicairkan. Itu berdasar hasil rapat komisi D dengan dinsosnakertrans. Program tersebut untuk mengurangi pengangguran. ”Kelompok harus memaksimalkan dana itu,” pintanya.

Pihaknya juga meminta dinsosnakertrans memonitoring  penggunaan dana tersebut.  Sebab, bantuan dana sepertiitu rentan penyelewengan. Peruntukan anggaran disesuaikan  dengan proposal. Di sisi lain, pihaknya jugaakan mengawasi penggunaan anggaran tersebut. Selain itu, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan anggaran Kube dari tahun ke tahun.

”Jika memangada kejanggalan, pasti kami tindak lanjuti,” janjinya. M (inisial), warga Kecamatan  Kokop, mengungkapkan, di  daerahnya ada kelompok yang mendapat bantuan program Kube 2015. Pria 36 tahun itu  menduga, realisasi di bawah  banyak kejanggalan.

”Ada yang dibelikan barang. Tapi, tak sesuaidengan anggaran,” terangnya.Karena itu, dia berharap,  pelaksanaan program tersebut diawasi semua pihak. Dengan demikian, tujuannya dapat dicapai dengan maksimal. Selain itu, potensi penyelewengan dengan beberapa modus bisa diantisipasi  sejak dini. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kube bangkalan 2016 cair tanggal?
  • mukaffi anwar bangkalan