Polisi Gerebek Pesta Sabu-Sabu

Sita 6,605 Gram SS dari Dua Lokasi

PAMEKASAN – Peredaran barang haram narkotika, prikotropika, dan obat terlarang (narkoba) semakin mengkhawatirkan. Terbaru, petugas buru sergap (buser) meringkus empat tersangka di Pamekasan kemarin (22/3). Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan mencapai 6,605 gram sabu-sabu (SS).

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengungkapkan, penangkapan itu dilakukan dalam rangka Operasi Bersihkan Sindikat Narkoba (Bersinar) 2016. Kali pertama, petugas membekuk Achmad Hermawan. Warga Desa Panglegur, Kecamatan  Tlanakan, Pamekasan, itu ditangkap di rumahnya.

Pria 32 tahun tersebut sudah lama menjadi incaran tim buser satresnarkoba. Bahkan, dia masuk dalam daftar pencarian  orang (DPO). Dia ditetapkan sebagai target operasi (TO) sejak 14  Desember 2015. ”Kala itu tersangka tidak ada di rumahnya. Tim buser hanya menemukan 62  poket sabu-sabu siap edar seberat 6,235 gram,” ungkapnya.

Kegagalan saat itu tidak membuat petugas ciut. Korps Bhayangkara  terus mengembangkan dan  memburu pelaku. Selama ini, polisi mengintai keberadaan Achmad Hermawan. Puncaknya, kemarin sekitar pukul 09.30 dia berhasil  diringkus petugas di rumahnya.

Saat itu Hermawan hanya pasrah. Tidak melakukan perlawanan kepada petugas. Kemudian, dia digelandang ke Mapolres Pamekasan di Jalan Stadion. Kepada polisi, dia mengaku mendapatkan 6,235 gram SS itu dari R (inisial), warga Desa Kapong,  Kecamatan Batumarmar,  Pamekasan.

”R saat ini dalam pengejaran dan kami tetapkan sebagai DPO,” ujar mantan Kapolsek Pegantenan itu. Pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Kota Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami  (Gerbang Salam) berlanjut.

Dari Kecamatan Tlanakan, petugas bergerak ke Dusun Dang  Lebar Timur, Desa Panagguan,  Kecamatan Proppo. Kali ini  petugas menggeledah rumah  Mojahri sekitar pukul 21.15.  Tiga orang berhasil diamankan. Selain pemilik rumah, korps baju  cokelat menangkap Syamsul Arifin  dan Subairi.

Syamsul Arifin  diketahui sebagai warga Desa Omben, Kecamatan Omben, Sampang. Sementara itu, Subairi dari Desa Komundung, juga dari Kecamatan Omben.  Osa menyatakan, pihaknya  mendapat laporan bahwa di rumah Mojahri sering dijadikan tempat berpesta SS.

Laporan  itu kemudian ditindaklanjuti. Setelah  dilakukan penggerebekan, lima orang asyik menikmati barang terlarang itu.  Sayangnya, tidak semua orang itu  bisa diringkus petugas. Dua orang, masing-masing berinisial M dan H, melarikan diri.

Mereka sama-sama warga Desa Panagguan. Meski demikian, Osa menegaskan, identitas mereka sudah dikantongi petugas. Pihaknya akan terus memburu mereka hingga tertangkap. ”Saat digerebek,  semua, lima orang itu, berusaha kabur. Namun, tiga orang berhasil kami ringkus,” terangnya.

Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan  sejumlah BB. Antara lain, satu  kantong plastik klip kecil berisi SS  seberat 0,37 gram. Selain itu, tujuh poket plastik klip kecil terdapat sisa SS dan tiga buah bong berisi air.

Barang bukti lain berupa satu bong tidak berisi air. Kemudian,  dua buah kompor, satu timbangan, enam buah sedotan, satu sedotan, dan dua buah pipet. ”Setelah dites urine, ketiganya positif mengomsumsi narkoba. Asal muasal barang haram tersebut masih kami selidiki  dan kembangkan,” ucapnya.

Para tersangka dijerat pasar 112 ayat (1) 114 ayat (1) jo 132 Ayat  (1) 127 (1) (a) UU 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam  hukuman minimal 5 tahun dan  maksimal 12 tahun penjara. ”Hasil  operasi Bersinar ini akan kami kembangkan. Prinsipnya, kami akan mempersempit gerak penyalahguna barang haram tersebut,” pungkasnya. (radar)