Pohon Seharga Rp 18 Juta Mati

BPK Audit Pembangunan Taman Paseban

BANGKALAN – Pertengahan Februari 2016, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit pembangunan Taman Paseban di Bangkalan. Hasilnya, BPK menemukan dua pohon seharga belasan juta rupiah di taman tersebut berpotensi  mati. Karena itu, BPK meminta, dua pohon tersebut diganti.

Sejumlah-warga-berekreasi-di-Taman-Paseban,-utara-Alun-Alun-Kota-Bangkalan,-kemarin.

Adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup  (BLH) Bangkalan Saad Asj’ari yang membeberkan hasil audit BPK Kemarin (7/3) dia menyatakan, temuan BPK terkait dua pohon di Taman Paseban sudah dikomunikasikan dengan  pelaksana proyek.

Pelaksana pembangunan Taman  Paseban, kata Saad, siap mengganti pohon yang berpotensi  mati tersebut. ”Taman  itu saat ini masih dalam masa pemeliharaan,” katanya. Dua pohon yang berpotensi  mati itu yakni jenis pule. Harga  satu pohon berkisar Rp 15 juta–Rp 18 juta.

”BPK merekomendasi kepada kami untuk meminta ganti dua pohon pule itu,” ujarnya. Saad menilai, pohon di Taman Paseban kurang banyak. Ke depan diupayakan penambahan pohon di taman utara Alun-Alun Kota Bangkalan tersebut.

Mengenai peresmian Taman Paseban, dia menyanggah peresmian tidak kunjung dilakukan. Sebab, sebagian  pekerjaan belum selesai. ”Kami tak bisa pastikan kapan taman itu diresmikan,” terangnya. Saad mengklaim, tidak ada permasalahan dalam pengerjaan Taman Paseban. Kewajiban pihak pelaksana terpenuhi.

”Jika ada kerusakan dan segala macam, masih tanggung jawab kontraktor,” jelasnya. Dia meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan dan keasrian Taman Paseban. Hal  itu agar taman yang menghabiskan dana miliaran rupiah tersebut tidak cepat rusak.

”Ada  15 personel dari satpol PP yang akan menjaga Taman Paseban,”  sebutnya.  Ketua Komisi C DPRD Bangkalan  Soeyitno mengatakan, jika memang ada temuan BPK,  pihak pelaksana atau kontraktor  hendaknya segera bertindak.

”Jika memang pohon  berpotensi mati, harus diganti,”  katanya. Dia juga meminta BLH Bangkalan tidak tinggal diam menyikapi  masalah pohon yang  harganya belasan juta rupiah  tersebut. ”Sayang sekali jika hanya beberapa bulan, pohon  yang harganya belasan juta rupiah  sudah mati,” sergahnya.

Sementara itu, Humaidi  selaku kontraktor pelaksana  pembangunan Taman Paseban  belum bisa dimintai penjelasan.  Dihubungi melalui nomor handphone yang biasa digunakan, tidak ada respons. (radar)