Piutang PLN Rp 10 Miliar

50 Pelanggan Digugat ke PN

KOTA – Tidak semua pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) tertib membayar tagihan. PT PLN (Persero) Rayon Bangkalan mencatat, tunggakan pelanggan mencapai Rp 10 miliar hingga kemarin (3/9). Piutang ini merupakan tanggung jawab pelanggan di  beberapa kecamatan.

Perusahaan juga harus menanggung kerugian lain. Sebab, tidak sedikit petugas menemukan pelanggan nakal. Mereka mencuri listrik dengan berbagai cara. Sedikitnya 50  orang diperkarakan secara  perdata oleh PLN ke pengadilan negeri (PN).

Kepala PT PLN Rayon Bangkalan Andrias Susilo menjelaskan, petugas di lapangan sering menemukan warga yang mencuri aliran listrik. Cara mereka, kata dia, ada yang mencantol langsung ke gardu. Ada juga yang ”menyuntik” kilowatt hours (kWh) atau  meteran listrik.

Mereka yang terbukti mencuri ditindak sesuai aturan. Andrias berharap mereka tidak mengulangi kembali. Warga yang lain hendaknya tidak mengikuti jejak mereka. Menurut dia, PLN merupakan milik negara yang harus dijaga dan dikembangkan.

”Kesadaran itu sangat penting untuk kemajuan bangsa ini,” katanya kemarin (3/9).  Andrias mengungkapkan, gardu induk listrik di Bangkalan tersebar di dua lokasi.  Yakni, di Tangkel, Kecamatan  Burneh dan Kamal. Sementara, trafo berada di Kecamatan Kota Bangkalan, Kamal, dan  Blega.

Jumlah pelanggan secara keseluruhan 90 ribu.  Dia mengakui, aliran listrik di Kota Salak belum optimal. Banyak desa yang belum  mendapat penerangan perusahaan itu. Andrias meminta pelanggan membayar tagihan tepat waktu. Menurut dia, tunggakan pelanggan di Madura tertinggi se-Indonesia.

”Kami berharap mereka bisa membayar tepat waktu,” harapnya. Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno mengaku sering berkoordinasi dengan pihak terkait. Tujuannya, agardesa yang belum teraliri listriksegera mendapat pelayanan.  ”Pemkab harus memprioritaskan desa yang belum ada listriknya,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • piutang di rayon Pln