Petugas Polsek Lalai, Tahanan Mapolsek Palengaan Kabur

PAMEKASAN – Kewaspadaan aparat kepolisian dalam menjaga tahanan patut dipertanyakan. Imron Rosyidi, 35, seorang tahanan kasus penganiayaan di Mapolsek Palengaan, Pamekasan, kabur Rabu malam (27/4). Warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, itu melarikan diri karena kelalaian petugas.

Sumber Jawa Pos Radar Madura di internal Polsek Palengaan menyebutkan, malam itu ada lima petugas piket. Tiga anggota di mapolsek. Dua anggota yang lain melakukan patroli. Malam itu, tahanan diberi jatah makan malam. Saat itu, kondisi pintu tahanan tetap dalam keadaan terkunci. Usai dikirim makanan, salah satu anggota bernama Bripka Sugianto melakukan pengecekan.

Dibukalah pintu tahanan. Setelah dicek seluruh isi tahanan, Sugianto mengambil handphone di depan teras
polsek. Dia keluar mengambil handphone tersebut. Sementara pintu tahanan tidak dikunci. Dua anggota yang lain tidak ada di tempat. Seorang anggota datang terlambat, satu anggota lain berada di kamar mandi.

Saat Sugianto balik ke ruang tahanan, Imron Rosyidi sudah tidak ada. Dia berhasil kabur lewat belakang. Mapolsek Palengaan memang tidak ada pagarnya. Jadi, tahanan bisa kabur dengan mudah. Kapolsek Palengaan AKP Ach. Soleh mengakui, kaburnya pria 35 tahun itu diakibatkan kelalaian anggota.

”Kami akui karena kelalaian anggota. Diperkirakan kaburnya sekitar pukul 20.25,” katanya kemarin (28/4).
Atas perintah Kapolres, malam itu juga pihaknya membentuk tiga tim. Tim pertama beranggotakan tim intel. Mereka bertugas mencari tahu kepada pihak keluarga.

Tim kedua dari shabara  yang bertugas berkoordinasi dengan tokoh masyarakat. Sedangkan tim ketiga dati reserse kriminal (reskrim), bertugas mengorek informasi dari kerabat dan tetangga tersangka. ”Tiga tim itu terus memburu Imron Rosyidi. Kami sama-sama bergerak dan semoga segera tertangkap,” terangnya.

Mantan Kanit Tipikor Polres Pamekasan itu menambahkan, tiga anggota, termasuk Sugianto, langsung diperiksa oleh seksi profesi dan pengamanan (propam) polres. Menurut dia, karena peristiwa itu, institusi kepolisian harus bekerja ekstra untuk menangkap tersangka kembali.

”Mau tidak mau kami harus sukses menangkap. Apalagi, ini diperintahkan langsung oleh Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha,” terangnya. Soleh menjelaskan, Imron Rosyidi ditahan pada 20 April lalu karena kasus penganiayaan terhadap Baisuni, 54, paman sekaligus ayah angkatnya.

Sebenarnya, rumah mereka berdempetan dengan satu dapur. Penganiayaan itu terjadi pada 16 April. Akibat ulah tersangka, Baisuni harus dirawat di Puskesmas Palengaan. ”Rencananya Senin depan (3/5) berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Eh, tidak tahunya kabur.Makanya, kami akan bergerak cepat untuk menangkap kembali,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kapolsek palengaan pamekasan