Petugas Jaring Pasangan Muda-Mudi

Juga Enam Pelajar Bolos

SAMPANG – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang mulai membidik pelajar bolos. Mereka juga  menyisir lokasi yang sering jadi tempat  mangkal pasangan di luar nikah. Enam pelajar dan tiga pasangan muda-muda  terjaring dalam operasi kemarin (25/2).

Petugas-Satpol-PP-Sampang-menginterogasi-pasangan-muda-mudi-di--Wisata-Gua-Lebar-dalam-operasi-pelajar-bolos-kemarin.

Tiga tempat yang menjadi incaran petugas kemarin. Antara lain, Jalan Makbul yang kerap dijadikan lokasi balapan  dan Taman Bunga yang menjadi  tempat mangkal siswa bolos.  Terakhir razia dilakukan di tempat wisata Gua Lebar di Kecamatan Sampang sekitar pukul 11.00.

Lokasi itu kerap dijadikan tempat pelajar mangkal. Enam pelajar berhasil diamankan di areal Taman Bunga. Masing-masing berinisial M, D, MD, AZ, AD, dan B. Mereka terjaring razia saat mengenakan seragam putih abu-abu di taman. Mereka kemudian  digelandang ke markas satpol PP untuk dimintai keterangan.

Sementara tiga pasangan muda-mudi ditemukan di tempat wisata Gua Lebar.  Mereka Hamdi dan Fatimah, Sholehoddin dan Ega, serta Fudoli dan Rahmah. Tiga pasangan itu warga Kecamatan Kota Sampang. Kepada petugas mereka mengaku  sudah tidak bersekolah.

Kasi Linmas Satpol PP Sampang Moh. Irhamna mengatakan, pihaknya sengaja merazia pelajar. Itu dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sesuai  Perda Nomor 1 Tahun 2002  tentang Ketertiban Umum.  ”Kami prihatin masih banyak  siswa yang bolos sekolah. Sehingga  kami berinisiatif merazia  untuk dibina,” ucapnya.

Irhamna mengungkapkan, razia akan dilakukan selama  beberapa hari ke depan. Kemarin  merupakan razia perdana. Operasi akan dilakukan setiap hari. Sementara dia  masih merahasiakan lokasi  yang jadi target. Hanya, dia menyebutkan, ada  empat lokasi yang paling rawan.

Antara lain, Taman Bunga,  Jalan Makbul, Gua Lebar, dan  sekitar Taman Wijaya Kusuma  depan lapangan tenis gedung olahraga (GOR). Lokasi itu  menjadi tempat mangkal pelajar  saat jam belajar. ”Kalau masalah penindakan kami pasrahkan ke PPNS (pejabat  pegawai negeri sipil) untuk  membina siswa. Kami hanya melakukan razia di lapangan,”  terang Irhamna.

Jalil selaku PPNS mengatakan,  sejumlah siswa digelandang ke markas satpol PP untuk dibina secara khusus sesuai perda. ”Mereka kami amankan dan kami bawa ke kantor. Kami   akan membina anak yang sering  bolos sekolah,” katanya.

Jalil menyatakan, pasangan muda-mudi juga sengaja diamankan.  Sebab, pihaknya curiga  mereka masih berstatus sebagai pelajar dan berusaha mengelabui  satpol PP. Salah satu caranya  dengan mengganti pakaian  yang mereka kenakan.

Ke depan, pihaknya akan melayangkan surat imbauan ke  lembaga pendidikan. Surat itu  akan ditembuskan ke dinas  pendidikan dan kementerian agama. ”Mereka akan kami bina dan dikembalikan ke sekolah masing-masing. Mereka harus mendapatkan perhatian khusus dari pihak sekolah masing-masing,” tandasnya. (radar)